Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

Cerita Rokok

By Ramazayn   Posted at  09.59   Rokok No comments
Rokok dan bahayanya
Bahaya Rokok

Rokok adalah hal kedua yang paling kubenci setelah “Air Yang Memiliki Kedalaman"

Bicara tentang rokok gak akan ada habisnya. Ada yang Pro dan ada juga yang Kontra. Tapi aku gak membahas dari segi kebenaran atau kesalahan atau kesehatan atau apalah. Jadi, aku pernah mngadakan penelitian kecil-kecilan gitu. Tapi kejadian ini dulu banget waktu zaman aku masih SMP. Penelitiannya berjudul “Apakah benar cewe suka cowo merokok?”. Hasilnya menunjukkan dominan cewe sekelasku gak suka cowo yang merokok…….Really?? I don’t know.

Sekilas tentang pengalaman pahitku dengan rokok "si*lan" itu adalah saat SMP. Jadi, di kelas itu yang gak merokok itu cuma 3 orang yaitu aku, J*** dan Q***. (Identitas disamarkan). Aku sih emang gak suka sama yang namanya rokok. Radius 15 cm aja tercium asap rokok aku langsung menutup hidung atau menghindar. Aku juga gak tau kenapa. Kalau ditinjau dari segi kesehatan, asap kendaraan aja aku masih biasa aja. Tapi kalau katanya rokok, aku langsung refleks menutup hidung. Huahahhaa…..
Next, di acara perpisahan SMP kami pergi ke Prapat. Nah, biasanya acara-acara kayak gini yang jauh dari pengawasan orang tua dan guru, omset penjualan rokok bakal naik. Ceilehhh…

Padahal, acara perpisahan ini masih didampingi 3 orang guru. Tapi, gurunya malah ngebolehin kami (tanpa aku) merokok. What the hell?? guru apa nih yang membiarkan muridnya ngerokok di depannya? Dia bilang : “Klen, kalo mo ngerokok ngerokok aja trang2an. Gak usah sembunyik-sembunyik. Anak Ibu pun ibu kasih ngerokok dirumah yang seusia kalian. Daripada kalian sembunyik-sembunyik ngerokok dijebak kawan klen diselipin narkoba, hancur klen” Kata si Ibu.

Pendapat Rama di dalam hati (dengan wajah sinis) : ” Apa-apaan sih ini guru? sama aja dengan menghancurkan tubuh secara perlahan. Aku gak bisa menyimpulkan lagi mana segi positif dan negatifnya dari perkataan Ibu itu. Apakah dia benar atau salah, I don’t know."

Karena merasa dapat lampu hijau dari si guru, teman-teman yang lain menghisap kretek dengan bebasnya tanpa menghiraukan pendapat yang lain. Otomatis ruangan dipenuhi asap rokok dan membuat sesak. Sampai-sampai dua orang yang gak pernah merokok itu pun ikutan merokok walaupun cuma beberapa isapan, gak smpe 1 batang. Aku tahu mereka sebenarnya cuma jaga image aja supaya enggak dibilang cemen dan semacamnya. Tapi, tetap aja aku merasa dihianatin. Huhuhu. *lebay*. Nah, tinggal giliran aku. Segala macam cara mereka membujuk aku spaya menghisap benda sial*n itu.
“Ini orang-orang, mau mati cepat nagapain ngajak2 sih???” Batinku.
Yaudah, Aku pun mengeluarkan jurus klasik namun ampuh. “Sorry Guys, gua bengekan (sesak nafas)” bohongku.

Nah, 2 tahun kemudian aku kembali lagi dipertemukan dengan masalah rokok. Tanpa sengaja aku terlibat percakapan tentang rokok dengan seorang oknum guru (lagi?).
Menurut pendapatnya : “Masa kamu gak pernah merokok Dan? Menurut saya yah, walaupun rokok itu gak sehat…Tapi, seorang cowok keliatan machonya pas ngerokok. Tapi jangan sampai ketergantungan”. Duaaaaaarrrrrrrrrr…..gak da petir gak da hujan (padahal).

Nah, dari situ aku suka bingung, benarkah menurut kalian kalau cowok mempunyai daya tarik tersendiri jika sedang merokok? Aku sih, udah sering diolok-olok dan diketawai karena gak pernah menyentuh kretek sampai sekarang. Udah kebal akan hal-hal seperti itu. Parahnya ada yang bilang kayak B**** kalau gak ngerokok. Dalam hati aku bertanya : “Di Pasar 7, Iskandar Muda, Asia Mega Mas banyak Waria yang ngerokok loh????”

So, what do you think ???????

Jumat, 24 April 2015

Cerita Angkutan Umum

By Ramazayn   Posted at  10.38   Sudek No comments
Angkutan Umum
Angkutan umum adalah salah satu media untuk membuat manusia saling berinteraksi

"Di angkot (bahasa Medan untuk angkutan umum), kita bisa bertemu dengan orang baru setiap hari. Ada banyak jenis karakter manusia di dalamnya. Dari yang super friendly hingga yang super annoying."

Bangun pagi, tidur lagi. Banguuuuuuuuuuuuuuuun. Kalimat itulah yang biasa diteriakkan emak di kala libur telah tiba. Aku itu kayak orang mati kalau lagi liburan. Bisa-bisa sampai lupa subuhan. Okay, Planning hari ini adalah aku akan hunting DVD. Berhubung gak ada yang mau nemani, aku memutuskan untuk pergi sendirian aja naik angkot. Kalau naek motor juga ribet nyari parkirannya. *alasan*. Selesai gaming, aku langsung mandi karena aku gak mau terjebak hujan ntar. Cuaca di Medan akhir-akhir ini susah ditebak. Sama kayak suasana hati. *curhat*

Gak tau kenapa, kepalaku rada-rada pening hingga mual. Tapi aku udah keburu nyetop angkot, yaudah lah hajar aja. Di angkot itu ada 6 orang termasuk aku. Ada seorang bapak yang sok kenal dan sok dekat banget sama kakak-kakak disebelahnya. Aku tahu, kakak itu pasti stress dan bete kali duduk disamping bapak itu. Bapak itu nyerocos terus sepanjang perjalanan. Padahal si kakak udah ngasih radar kalau dia gak mau dengar. Aku juga ngeliat seorang Ibu disamping aku, dia tidurnya pulas banget. "Ini bukan hotel kale buk"pikirku. Gimana kalau ternyata salah satu dari penumpang di dalam ini adalah seorang perampok?

Dua penumpang udah turun duluan. Jadi, tersisa kami berempat. Gak lama kemudian, dua orang ibu-ibu dengan dandanan yang menor masuk. Mataku agak sakit melihat mixing baju ibu-ibu ini. Bibir merah membara, baju hijau terang benderang dan celana kuning menyilaukan. Ibu yang satu lagi juga gitu, cuma celananya warna biru muda, baju pink dan bibir merah. Ibu baju hijau ngomong ke supir “Pir, jangan ngebut-ngebut ya. Pelan2 aja“. Tiba-tiba Bapak yang sok kenal dan sok dekat tadi pun nyerocos lagi. Kali ini korbannya adalah kedua Ibu itu. Tapi aku yakin kalau kakak yang disebelah bapak itu sedang sorak bergembira karena telah bebas dari si bapak. Bapak itu ngomong apa, aku juga gak ngerti. Aku yakin kedua Ibu itu juga gak memperhatikan bapak itu. Panjang kali ceritanya, kira-kira hampir 5 menit. Aku tersenyum melihat adegan awkward ini. Aku berharap tidak menjadi salah satu korban bapak tersebut. Aku menjauh ke belakang supaya gak diajak ngomong sama bapak-bapak aneh itu.

Bapak itu pun turun kira-kira setelah 3 menitan. Saat bapak itu turun dan udah agak jauh, kedua Ibu dengan style ngejreng tadi pun tertawa. Aku gak begitu dengar apa omongan mereka, tapi yang jelas pasti sedang menyindir bapak tadi. Gak berapa lama kemudian, Dua orang ibu-ibu masuk lagi dan merepet tentang speaker di angkot ini yang kebesaran sehingga orang jadi susah masuk. “Besok2 beli angkot sendiri napa buk?” pikirku. Sampai di Jl. Aksara seorang pengamen datang mnghampiri angkot yang kutumpangi. Dia menyanyikan lagu kesukaanku, which is Peterpan yang menghapus jejakmu. Otomatis aku dengar sampai habis. Aku ngasih lembaran 5 ribu dan abg itu say thanks. Asyik juga suaranya, apalagi permainan gitarnya. Serru.

Okey, aku pun sampai ke Sun dan langsung mencari DVD yang lagi booming. Lanjut ke toko kaset, aku nyoba dengar beberapa lagu. Keren sih, cuma aku harus sabar beli albumnya. Terus, karena gak tau mau ngapain lagi, aku liat teater 21 ke atas. Aku berusaha keras melewati toko bagian gadget. Hahahaha…sangat menggiurkan melihat Gadget-gadget terbaru. Sesampainya di teater, ternyata gak ada yang menarik movienya. Saat memutuskan akan pulang, aku ketemu ex-friendku waktu SMP. Dia bersama gerombolannya, aku senyum aja ke dia. Gile nih anak, dulu pendiam banget, sekarang udah gandeng-gandeng cewe aja. Heheheh…

Aku pun memutuskan untuk pulang dan nyetop angkot, sambil menjilat es krim yang baru aku beli. Kali ini, penumpang diangkot ini cuma 3 orang termasuk aku. Gak ada yang menarik dari penumpang angkot kali ini. Hingga datang dua orang Ibu-ibu Chinese. Mereka menggunakan bahasa cina untuk berkomunikasi. Aku gak ngerti apa yang dibicarakan mereka. Jangan-jangan mereka sedang nyeritain aku? *kepedean*. Gak tau aku yang salah dengar atau apa, aku mendengar kalau mereka sedang ngomongin sambel, pecel, jengkol dan ikan asin? Orang Cina ternyata doyan makanan begituan juga ya?? tauk ah, gelap. Yang menarik dari mereka, aku liat salah satu ibu chinese itu ngomongnya ampe muncrat. Mungkin kebanyakan pake huruf s. Hausiang, sing sing, chiauxiang, bla-bla *ditimpuk*

Sampai di rumah, aku langsung tidur bentar dan nge-download beberapa lagu. *Don’t try this at home*


Jumat, 05 September 2014

Cerita Munakahat

By Ramazayn   Posted at  11.23   Pernikahan No comments
Pernikahan?
Munakahat

Saya tahu bahwa profesiku ini diciptakan oleh lelaki, dan bahwa lelaki menguasai dua dunia kita, yang dibumi ini dan dialam baka. Bahwa lelaki memaksa perempuan menjual tubuh mereka dengan harga tertentu, dan bahwa tubuh yang paling murah adalah tubuh sang isteri. Semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk. Karena saya seorang yang cerdas, saya lebih menyukai menjadi seorang pelacur bebas daripada seorang istri yang diperbudak. !!

-Jeritan Perempuan Mesir dalam buku (Perempuan di Titik Nol - Nawal El-Saadawl)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Munakahat, istilah yang baru aku dapat saat duduk di bangku SMA. Munakahat dikenal juga dengan pernikahan, ritual aneh (menurut aku) yang harus dilakukan oleh semua orang yang sudah memenuhi syarat. Enggak tahu kenapa, aku selalu menganggap menikah adalah hal yang aneh. Apalagi prosesinya itu, serah terima atau apalah namanya. Hahahaha…..sangat aneh. Belum lagi dipadukan dengan adat-adatan seperti pernikahan kakakku yang nomor dua. Ribetnya mintak ampun. Enyak sampai sibuk mikirin makanan, kakak sibuk pilah-pilih baju, bapak sibuk menentukan surat undangan. Semua ampe kebawa mimpi dan gak bisa tidur tenang hingga acara selesai. Semua harus terlihat sempurna (di depan para undangan). Hadeh, satu kata yang cuma bisa aku bilang. “Ribet”.

Kayaknya aku terkena penyakit “Wedding Phobia”. Tapi kayaknya di medan gak ada perkumpulannya, jadi gak bisa saling tukar pikiran. Di SMA dulu ada sih 1 temanku yang juga gak suka dengan ritual itu. Dia adalah seorang perempuan. Tapi, sudut pandang kami sedikit berbeda. Kalau cowok di sekolah aku mah kalau ditanya tentang married langsung mupeng dan mikir malam pertama semua. (Cape deeeehhhh…..).

Baiklah, kebetulan pada pelajaran Agama Islam, pernah dibahas materi tentang munakahat/perkawinan. Salah seorang dari kami menanyakan bagaimana hukumnya kalau seorang pria yang sudah memenuhi syarat untuk menikah tetapi tidak menikah-nikah juga. Lalu bapak tersebut dengan mantap menjawab, “Kalau dia merencanakan dan berkata aku enggak mau menikah padahal dia sudah baligh, merdeka, mapan dan tidak cacad sedikitpun maka ia akan BERDOSA.”

Sabtu, 07 Juni 2014

Cerita Kepribadian

By Ramazayn   Posted at  07.32   Psikologi No comments
Kepribadian Plegmatis
Plegmatis
Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.

Sedangkan personality menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.

Kepribadian memang merupakan salah satu topik yang menarik bagi saya. Latar belakang Orangtua saya yang mengharuskan kami berpindah-pindah provinsi membuat saya berinteraksi dengan berbagai karakter dan kepribadian orang di lingkungan yang berbeda-beda. Selain itu, riwayat pendidikan saya dari SD hingga di bangku Kuliah yang notabene selalu lari dari rayon, membuat saya harus bersosialisasi dari nol kembali dan bertemu dengan orang-orang baru yang belum saya kenal.
Menurut saya mengamati dan mempelajari kepribadian orang itu sangat penting, agar kita bisa menyesuaikan diri bagaimana seharusnya
kita menunjukkan sikap terhadap orang tersebut. Ada tipe orang yang suka bercanda, sebaiknya kita jangan terlalu serius dengannya karena akan membuatnya bosan. Sebaliknya, ketika berhadapan dengan orang yang tipe serius pembawaannya kita harus menjaga sikap dan tutur kata. Itulah kunci apabila kita ingin dapat menyesuaikan diri pada lingkungan sosial.

Hippocrates adalah bapak ilmu kedokteran, dia membahas manusia dari titik tolak konstitusional. Terpengaruh oleh kosmologi empedokles, yang mengatakan bahwa alam semesta isinya tersusun dari empat unsur dasar yaitu; tanah, air, udara, dan api. Dengan sifat-sifat yang didukungnya yaitu; kering, basah, dingin, dan panas. Dari situlah, akhirnya Hippocrates berpendapat bahwa dalam diri seseorang terdapat empat macam sifat-sifat yang didukung oleh keadaan konstitusional berupa cairan-cairan yang ada dalam tubuh orang tersebut, antara lain:
  • Sifat kering terdapat dalam chole (koleris)
  • Sifat basah terdapat dalam melanchole (melankolis)
  • Sifat dingin terdapat dalam phegma (plegmatis)
  • Sifat panas terdapat dalam sanguis (sanguins)
1.     Tipe Kepribadian Kolerik/Chole
        Seseorang yang memiliki tipe kepribadian ini sangat berorientasi pada pekerjaan, dan tugas. Dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihan dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kekurangannya kolerik kurang bisa merasakan perasaan orang lain, belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain sangat minim, karena tipe perasaannya kurang bermain.

2.     Tipe Kepribadian Melancholis/melanchole
        Sering dengar kata melancholis? apa yang terlintas dalam pikiran anda? seseorang yang lemah lembut? yaa anda benar. Tipe ini sangat terobsesi dengan karya yang paling bagus, sempurna, mengerti estetika keindahan hidup ini dan perasaannya sangat kuat, dan sensitif. Kelembahan tipe melankolik adalah sangat mudah dikuasai oleh perasaannya. Tidak mudah bagi seorang melankolis untuk bangkit, senang, atau tertawa.

3.     Tipe Kepribadian Flegmatis/phegma
        Tipe Flegmatik adalah orang yang cenderung tentang dan dari luar cenderung tidak bermosi. Tipe ini mampu menyembunyikan emosinya, misalnya, sedang senang, sedih, dll. Orang ini cukup menguasi dirinya dengan cukup baik dan introspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnnya. Dia adalah seorang pengamat yang kuat, penonton yang tajam dan juga seorang pengkritik yang berbobot. Akan tetapi, kelemahan dari tipe ini cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah. Hal ini membuat tipe ini menjadi orang yang kurang mau berkorban bagi orang lain.

4.     Tipe Kepribadian Sanguin/sanguis
        Tipe sanguis mempunyai banyak kekuatan, bersemangat, mempunyai gairah hidup, dan bisa membuat lingkungannya gembira, senang, Namun kelembahan dari tipe ini cenderung impulsive (bertindak sesuai emosi atau keiinginannya). Orang-orang dengan tipe ini mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungannya dan ransangan-ransangan dari luar dirinya. Tipe sanguin kurang dapat menguasi dirinya. Dalam bukunya Tim LaHaye, orang-orang dengan tipe sanguin cenderung mudah jatuh ke dalam percobaan, karena goadaan dari luat bisa begitu memikatnya.

Dulu saya pernah ikut tes temperamen di salah satu aplikasi Facebook, dan hasilnya adalah saya merupakan tipe kepribadian plegmatis. Setelah saya perhatikan, penjelasan tentang tipe kepribadian ini (baik kelebihan dan kekurangan) banyak kesamaan dengan diri saya.

Berikut Kekuatan dan Kelemahan Orang yang bertipe Plegmatis PLEGMATIS:
KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
* Penengah masalah yg baik
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah
* Baik di bawah tekanan
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
* Rasa humor yg tajam
* Senang melihat dan mengawasi
* Berbelaskasihan dan peduli
* Mudah diajak rukun dan damai

KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
* Takut dan khawatir
* Menghindari konflik dan tanggung jawab
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
* Terlalu pemalu dan pendiam
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
* Kurang berorientasi pada tujuan
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
* Tidak senang didesak-desak
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

"Daripada sibuk mengomentari kepribadian orang lain, lebih baik kita mengetahui tipe kepribadian kita sendiri sebagai bahan instropeksi." (Ramadan)


Minggu, 01 Juni 2014

Cerita Frustasi dan Motivasi

By Ramazayn   Posted at  06.31   Psikologi No comments
Frustasi
Frustasi
Frustasi 
        Frustasi adalah keadaan dimana seseorang sedang kalut, terlalu banyaknya masalah, tekanan ataupun lainnya, sehingga tidak dapat menyelesaikannya, yang hampir sama dengan stress, Akan tetapi tidak bisa  disamakan oleh pengertian putus asa. Akan tetapi dapat juga diartikan sebagai suatu keadaan yang dialami seseorang, ketika keinginanya tidak dapat tercapai atautidak dapat terealisasikan atau bisa juga cita-cita atau keinginanya tidak dapat terwujud.

Motivasi
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama.  Kekuatan yang memberikan energi dan mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan. Keadaan internal yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Dalam buku Educational Psychology oleh W John Santrock pada tahun 2004, berikut adalah pengertian motivasi dari berbagai perspektif dalam psikologi.

Baiklah, kali ini saya tidak akan membahas teori-teori yang berkaitan dengan frustasi ataupun motivasi karena materi ini sudah pernah dipresentasikan berkali-kali saat proses perkuliahan Pengantar Psikologi Umum. Saya akan membahas pengalaman hidup saya mengenai frustasi dan motivasi.
Setiap Orang pasti pernah minimal sekali dalam hidupnya mengalami yang namanya keadaan frustasi, termasuk saya sendiri. Saat itu merupakan transisi dari masa SMP ke SMA. Sewaktu SMP, saya sudah berkeinginan untuk memasuki salah satu SMA Negeri favorit di Medan, karena saya lihat alumninya banyak yang berprestasi dan itu membangkitkan gairah/passion saya untuk memasuki SMA Negeri tersebut.
Saya akui, sewaktu masa SMP saya kurang begitu maksimal dalam hal akademis, walaupun saya bisa bertahan tidak keluar dari peringkat 5 besar. Kemauan belajar sendiri tanpa disuruh atau hanya karena ada tugas turun drastis daripada sewaktu saya SD dulu. Selain saingan saya juga lumayan banyak, mereka juga masing-masing punya skill tersendiri yang membuat mereka menonjol daripada yang lain yang membuat saya sedikit minder.
Transisi dari SD yang saya benar-benar buku holic berubah drastis semenjak SMP. Saya mulai mengenal apa itu Games Online, saya menemukan teman-teman yang hobbynya sama dengan saya, yaitu menonton dan banyak lagi hal lainnya yang membuat saya merasa enjoy dan sedikit terlena sehingga tidak jarang saya menomor 2 kan akademis.
Tiba saat Ujian Nasional hamper dekat, saya mulai terkejut dimana semua orang bukannya sibuk belajar ataupun ikut les tambahan, tetapi saya malah mendengar desas desus mengenai kunci jawaban UN. Saya kaget mendengar hal tersebut, apakah benar kunci jawaban UN bisa tersebar begitu saja. Ketika saya mulai mengikuti perbincangan lebih dalam, ternyata latar belakang orangtua beberapa murid disitu bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan kunci jawaban Ujian Nasional. Yang membuat saya terkejut lagi, sekolah bahkan membiarkan hal tersebut hanya karena 1 alasan : supaya sekolah itu tidak malu ada muridnya yang tidak lulus. Supaya di cap sekolah 100 % lulus.
Saya yang benar-benar tidak tahu sama sekali dan masih polos saat itu pun akhirnya ikut-ikutan meminta bantuan kunci jawaban dari teman saya yang dapat karena saya merasa tidak percaya diri dan tidak mau mengambil resiko akan keidealisan saya. Ternyata, kunci jawaban yang ditawarkan pun bervariasi nilainya, ada yang rata2 sedang, hingga nilai sempurna. Tentu saja saya mendapatkan kunci jawaban yang biasa-biasa saja yang bermodalkan meminta dari teman.
Alhasil saat pengumuman, saya dinyatakan lulus dengan rata-rata yang menurut saya cukup tinggi dari rata-rata Try Out saya sendiri yaitu 8.40. Tetapi, rata-rata tersebut ternyata tidak ada apa-apanya, masih banyak yang diatas saya bahkan ada beberapa murid yang keseharian akademisnya buruk malah mendapatkan rata-rata 9.00. Saya mulai pesimis ketika syarat untuk masuk ke SMA Negeri yang saya icita-citakan tersebut berdasarkan nilai UN. Memang ada jalur ujian beberapa persen, tetapi disitu dijadikan komersalisasi atau istilahnya adalah sisipan. Dan alhasil, saya tidak diterima di SMA Negeri yang saya inginkan tersebut hanya karena patokan nilai UN yang bisa dikatakan tidak fair. Melihat beberapa teman saya yang saya tahu kemampuan akademisnya jauh dibawah saya, tetapi diterima di sekolah yang saya cita-citakan tersebut membuat saya kecewa dan frustasi.
Akhirnya, saya masuk ke SMAN 11 Medan, kembali lagi ke rayon sekitaran rumah saya di Tembung. Sekolah ini prestasinya biasa saja dan tidak difavoritkan kalau di kota Medan, kalau sekitaran Tembung memang cukup favorit. Semester pertama, saya tidak fokus dan masih konflik dengan diri saya sendiri. Saya memilih bermain-main saja, saya bahkan sempat berfikir,”untuk apa saya belajar capek-capek kalo nantinya bakal dapat kunci jawaban juga”.
Saat teman-teman SMP mengajak reunian, saya sebenarnya sangat malas. Pasti topik pembahasannya adalah seputaran SMA mana yang kita masuki. Disitulah muncul sebuah motivasi dari diri saya sendiri, mungkin sekarang saya tidak berada di sekolah yang difavoritkan, atau sekolah yang tidak terkenal dan dipandang sebelah mata. Tapi, nanti saya akan buktikan saat di bangku perkuliahan. Siapa sebenarnya yang benar-benar bisa survive.

Motivasi itulah yang membangkitkan saya kembali dari keterpurukan dan kefrustasian saya. Kalau menurut saya, motivasi intrinsic, atau dari dalam diri sendiri itu lebih kuat pengaruhnya daripada ekstrinsik atau dari orang terdekat. Seperti saya, berkali-kali orangtua saya menasehati semua sekolah itu sama, tetapi dulu saya tetap menolak pernyataan tersebut. Hingga muncul motivasi dari diri sendiri untuk bangkit.


Rabu, 05 Februari 2014

Cerita Tinggi Raja

By Ramazayn   Posted at  04.44   Vacation No comments



tinggi raja
Peserta Menuju Tinggi Raja

Oke, kali ini aku akan cerita tentang salah satu tujuan wisata di Sumatera Utara, yaitu Tinggi Raja.


Akhirnya rencana untuk ngumpul bareng Famous-T kesampaian juga. Walaupun umatnya hanya ber-8 orang saja. Berawal dari postingan Pujik tanggal 19 Januari tentang nostalgia SMA, maka tercetuslah ide untuk ngumpul-ngumpul. Tapi, bingung mau kemana karena belum ada destinasi. Fitra pun mengusulkan ke Tinggi Raja. Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya fix destinasi adalah ke Tinggi Raja.

Tiba hari H, ternyata yang bisa ikut cuma 8 orang. Gassss aja lah…..
Janjinya semua ngumpul jam 8 dan langsung pergi. Tapi, kenyataannya kami baru berangkat jam 12, Itu semua gara-gara Aku dan Pujik, hahaha. Sorry ya guys. Disepanjang perjalanan, bahan percakapan kami pun bermacam-macam. Dimulai dari nostalgia zaman SMA, masa depan, cerita horor dan joke joke lainnya. Walaupun cuma ber-8 tetap serrrruuuuuuu….

Sesampainya kami akan memasuki pedalaman Tinggi Raja, semua shock melihat jalannya._>
Satu pertanyaan dipikiranku? “bisa gak si egik bawak mobilnya di jalan yang parah begini?”

Inilah tantangan yang harus dilewati :
tantangan
Tantangan yang harus dilewati

Oke, bagian ini yang paling gak terduga. Hahahha, Ada adegan ban bocor segala. Pantesan aja daritadi kami dilihatin pengendara lain, ternyata ban kami. Tapi, penduduk disini aku akui ramah ramah sekali. Ada yang menyemangati kami *terharu* Ada yang menyarankan kembali ke gerbang masuk aja dulu. Karena 6 km selanjutnya gak ada lagi tempat tempel ban, hanya perkampungan biasa. Alhasil, karena udah mepet juga, kami tidak mengindahkan saran bapak itu dan memilih nekat jalan terus. hahhah. Alhamdulillah sih ban kami gak kenapa-napa lagi.
ban bocor
Ban mobil yang kami kendarai bocor
Setelah 6 km perjalanan yang cukup memacu adrenalin, akhirnyaa…..kami pun sampai juga di Tinggi Rajaaaa *lebay* hahaha….. Nice Egik, next trip ke sabang bisalah ya gik. wkwkwk.
This is it. Langsung foto foto dan video pastinya, Famous-T gituloh :v

"Butuh perjuangan untuk menikmati sesuatu yang indah"

narsis
Akhirnya sampai juga.

foto bareng
Berfoto dengan kawah putih sebagai background

foto bareng 2
Gaya bebas

foto bareng 3
Pusing pala berbie

Oke, setelah puas mengabadikan semua momen ini melalui foto-foto dan video kami langsung pulang. Perjalan menuju Tinggi Raja hampir 5 jam, tetapi disini cuma 1 jam lebih. Yah, berhubung udah sepi dan mau gelap juga akhirnya kami pun harus kembali ke habitat.

mulak tu bagas
Mari pulang..marilah pulang..bersama-sama

Perjalanan pulang pun kami masih mendapat tantangan lagi, yaitu hujan lebat. Walau sempat agak takut karena bisa saja terjadi longsor, alhamdulillah perjalanan dilalui dengan baik. Perjalanan pulang menuju Medan itu pun diisi dengan cerita horor, malam-malam, dan di tengah hutan. Paket komplit sekali :v Tapi, asli serrrru trip kali ini guys. Liburan selanjutnya, semoga saja nanti ke Sabang atau Pulau Berhala, amin. <3

Rabu, 08 Mei 2013

Pengalaman Open House

By Ramazayn   Posted at  05.20   Pengalaman No comments
Judul postinganku kali ini adalah Open House. Bukan aku sih yang mengadakan open housenya. Tapi, yang mengadakan adalah trio penyewa kontrakan baru yaitu Joko , Indra dan Abdur. So, mereka mengadakan acara semacam bakar-bakar gitu sih untuk peresmian kontrakan mereka yang baru. Hahaha.

Sebenarnya mereka udah nyari-nyari perumahan untuk dikontrak bareng sejak pertengahan semester 1 kemaren. Tujuan mereka bertiga untuk mengontrak ternyata berbeda-beda. Kalau si Abdur biar ada yang membangunkan pagi-pagi untuk pergi kuliah. Indrak lebih suka mengontrak daripada kost-an. Terakhir, si Joko karena kecapekan pulang balik Medan-Pakam. Dan akhirnya setelah menjelajahi hampir semua kontrakan disekitar kampus, mereka menempatkan pilihan di daerah setia budi.

Hari ini kebetulan pertama kalinya aku ke kontrakan mereka karena baru sempat (sok sibuk). Lucu aja karena mereka pakai sistem piket, dan kebetulan si Abdur piket masak nasi hari ini. wkwkwkw. So, karena acaranya nanti malam, kami nonton dulu. Kebetulan aku bawa film Rumah Dara yang ternyata beberapa orang pada kagak tau itu film -_-. So, kami nontonnya melalui TV ruang depan. Peserta nonton, ada Aku, Joko, Abdur dan Fazrin. Parahnya, aku yang udah nonton malah aku yang tekejut pada bagian-bagian yang ngejuti itu. -_-"

Gak lama kemudian, tamu satu persatu mulai berdatangan. Karena kebetulan hari ini adalah ultah si Imam maka kami juga menyiapkan rencana jahil.

Imam Ultah
Imam Ulang Tahun
Pertama-tama ngerjai si Imam. Ini kerjaan Agung, Abdur dan Processor ya mam :v

bakar bakar
Bakar-bakar ikan dan ayam

Aku lagi sok-sokan bakar ikan biar dibilang kerja 

Dari kiri ke kanan (Agung,Abdur,Rinda,Imam)

Puncak acaranya adalah makan-makan. Terlebih dahulu kata sambutan dari Ketua Umum Tuan Rumah –> Joko Kurnianto dengan closing lol-nya yang minta didokan semoga mereka aman-aman aja, gak berantem dan langgeng. Selamat menempuh hidup baru jugak ya buat kelen wak. Hahaha




Jumat, 31 Agustus 2012

Cerita Ospek

By Ramazayn   Posted at  06.14   PMB No comments
Atribut Ospek
Atribut Ospek hari pertama
Ospek, officially ended on 30 August ago. But we still held up to a year and have to sign a waiver on the stamp that I have not read because of the severity of a hurry yesterday. Hmmm: (

At least, I can go back to my normal sleep cycle. Although I still thought about somethings. But I have to keep the spirit. Everyone has problems either heavy or light.

Well, when I asked about the impression ? Surely I answered a lot of the impression that I get in 3 days. Such as:

1. Discipline
In this ospek, we learn to respect and discipline in any circumstances. We are no longer a child who was spoiled and lazy. Delaying the work (such as me.heheh) We learn to use time effectively and efficiently as possible.

2. Mental
In the world of college and work later, the mental is very necessary. That is why we are trained mentally for 3 days. If suddenly your boss yelled at you will continue to pass out or you are already tired of working on lab reports and constructing the thesis until the early morning hours but still it was wrong and did not suit you immediately end the lecturers continue your life. That’s not the answer I think.

3. Physical
Physical is not a scene of physical violence such as in the military, (and my father said that his background is a police officer, was not a day longer play violent, now take precedence brain). I know that in less TNI how yes, but also exciting to be replaced so that the war quiz XD

Physical Opek 3 days ago it is the ability of our bodies to adjust to the environment. Imagine, we wake up at 3 and had reached the campus at 5. Which boarding safe for sure. But, the house in Tembung like me?

Not to mention we indulge for 12 hours from dawn to dusk. That train our body in order not surprised by the atmosphere of the lecture later that he said we are going to cut rations to sleep: (

The lecture was about to begin later Monday. Hopefully I’m comfortable with the lecture later. The most important thing is comfort. Both courses I choose comfort and convenience of the neighborhood. I hope I get it.

Well, all equipment Opek yesterday, I kept it in a box and I store cupboard. 4 Year again, all the things that have memories that can make themselves laughing. I have a story of its own in this Opek. Especially 4 others. I hope we become closer :)

impression from 3 days ago

ospek terakhir
Atribut Ospek hari terakhir

Senin, 02 Juli 2012

Cerita Matrikulasi

By Ramazayn   Posted at  08.12   Transisi No comments
matrikulasi
Matrikulasi? Makan jenis apa itu?

Matrikulasi

Awalnya aku pikir matrikulasi itu ada hubungannya dengan Matriks (Matematika) *ngaco*. Ternyata sama sekali gak ada hubungannya *malu*. Aku nanya ke kakak, katanya itu semacam pengenalan jurusan. Misalnya kalau "Mr. X" S1 di Ilmu Komputer dan S2 nya memilih jurusan Sastra Jepang (gak tau deh bisa atau kagak). Jadi, ada masa Matrikulasi atau semacam peralihan (karena jurusan itu kan sesuatu yang masi baru banget  si korban/bisa dibilang gak nyambung sama S1 si korban). Kalau jenjang S1 mungkin seperti peralihan dari pelajaran SMA ke jurusannya masing-masing. Aku juga kurang paham dengan maksud dan tujuan matrikulasi ini.

Gak seperti biasa, aku bangun jam 06.00 pagi hari ini. Kenapa ? ya iyalah, secara hari ini pembukaan matrikulasi atau semacam pengenalan kampus untuk mahasiswa baru yang diterima dari jalur undangan. Pagi-pagi buta aku langsung naik angkot walaupun masih ngantuk. Aku gak sempat melihat kepulangan kakak aku yang hari ini balik ke Aceh.

Sampai di kampus, ternyata umatnya udah bejibun aja. Aku pun yang gak kenal siapa-siapa, macam orang paok nyari tempat paling sudut (dasar autis). Lama kelamaan, penuh juga bangku-bangku kosong di sebelahku. Tiba-tiba segerombolan cowok datang rame-rame menempati bangku kosong disebelah aku. Dari awal pembukaan sampai penutupan, yang dibicarakan oleh gerombolan orang itu adalah seputaran masalah cewek. Yeah, gak perlu aku jelaskan lebih mendetail lagi, karena kalian sendiri pasti udah tau bakal mengarah kemana percakapan “boy’s talk” ini.

Sebelum penutupan, salah satu perwakilan dari mahasiswa yang diterima melalui jalur undangan diberi kesempatan menyampaikan sepatah dua patah kata. Dan yang maju adalah seorang perempuan “bermarga siregar”, tidak mengenakan hijab tapi pidatonya seperti khotbah sholat jumat. “Ini kan acara umum dengan berbagai latar belakang agama dan tentunya karakter. Sedangkan dosen aja setelah mengucapkan selamat pagi atau assalamualaikum langsung ke topik yg mau dibicarakan” komenku dalam hati. Aku yakin, bukan Cuma aku aja yag berpikiran seperti itu.

Setelah penutupan upacara pembukaan, kami diusir dulu keluar sambil menunggu abang-kakak senior yang sedang menyiapkan ujian pra test kami. Aku lagsung nyari-nyari toilet dan damn, ngantri panjang banget. Ada yang boker pulak tuh, hidungku dimasuki aroma tak sedap (kayaknya boker kau juga bauk lah Dan, boker semua orang bauk). Setelah keluar dari toilet, aku pun bingung gak tau mau kemana dan gak ada tujuan dan teman (hiks). Tiba-tiba saat aku mengelilingi Auditorium, di putaran ke-3 (macam mau haji aja, syai) aku melihat Roy berdiri di depan auditorium. Hahaha, ternyata dia sendirian juga. Langsung aja aku samperin.

Kami membicarakan tentang seorang perempuan bernama Della *esseh*. Seorang perempuan yang dulu teman 1 SMP Andre (teman SMA aku) yang lulus jalur undangan di STEI ITB. Aku udah tau sih sebenarnya (pas denger itu, aku lagsung iri tingkat kabupaten. Secara, fakultas itu adalah fakultas yang aku damba-dambakan dari SMA. Hiks).
“Aku kan sekelas ama dia di GO, rata-rata nilai dia 10, panteslah lulus disana” kata Roy
Damn, ada nilai siswa 10? Kayak mana lagilah itu otaknya ya?” pikirku dalam pikiranku.
***
Ujian matrikulasi pun dimulai, ya ampun. Enggak tahu aku yang bodoh mintak ampun atau soalnya yang tingkat dewa. MM aku yakin benar 4 dari 15, Fisika yakin 2 dari 15, kimia yakin 4 dari 15 dan biologi yakin 10 dari 15. Mengerikan sekali, selebihnya cuma pakai rumus feeling (kebetulan gak ada pengurangan nilai kalau salah). Aku harap hasilnya gak dipublish.

Baiklah, ini pertama kalinya aku melihat anak-anak TI jalur undangan selain diriku semenjak registrasi. Kami disuruh senior untuk berkumpul di gedung TI. Baiklah, kestresanku pun makin menjadi-jadi karena feeling aku benar, bukan ujian aja yang ada pretestnya, OSPEK pun ada pre-OSPEK nya? Yasudahlah, ending cerita ini habis dikerjai sama kakak senior (yah untungnya dewi fortuna berpihak di pertemuan pertama ini kepadaku. Aku gak terlalu dipermalukan. Di games pertama, aku dan beberapa orang menang). Hehehhe….aku gak tahu hari Rabu bagaimana kelanjutannya, yang jelas kami dikasih tugas untuk membuat karangan esai tentang “Apa yang Akan Kami Lakukan Setelah Tamat dari TI?DAN HARI RABU HARUS DIKUMPULKAN DAN DIPRESENTASIKAN. Hadeh.

Senin, 25 Juni 2012

Pengalaman Periksa Kesehatan

By Ramazayn   Posted at  08.52   Tes Keshatan No comments
darah
Phobia Darah?

“Tabungnya jangan dibuka ya dek, itu nanti mau diisi darah kalian. Harus steril itu botolnya”.

Langsung aja muka aku berubah pucat pasi.  “Darah?”. “Oh my god, aku kan phobia sama darah, apalagi jarum suntik”.


Tidak seperti biasanya, hari ini aku bangun lebih cepat yaitu jam 6 pagi. Hari ini adalah salah satu hari penting, yaitu pendaftaran ulang MABA di USU bagi yang lulus melalui jalur undangan. Yaudah, langsung aja aku mandi. Walaupun akhirnya gak sempat sarapan gara-gara kelamaan mandi. Langsung buru-buru ke depan gang dan nyetop angkot. Untung aja dapat angkotnya cepat, walaupun sopir angkotnya rada-rada SKSD banget. SKSD  = kalimat halus versiku yg artinya bacod, gak tau lagi artinya? banyak cerita.

Sampai di USU, aku udah membayangkan pasti bakal masih sepi. Ternyata, udah bejibun umat manusia yang mengantri. Busyet dah, jadi peraturan yang dibuat kemaren tentang no. urut itu bullshit semua. Yang no. 700 sekian juga ada yang mengantri padahal bukan waktunya dia. Hadeh, Indonesia kayaknya hobby banget yak melanggar peraturan yang dibuat sendiri. Cape dehh…..

Tiba-tiba aja panitia membagikan sebuah tabung kecil. Aku sih gak terlalu respon dengan tabung tersebut. Tapi, aku tiba-tiba terpikir “paling untuk tes urine doank” sambil tersenyum lebar. Tiba-tiba aja ada satpam yg nyolot “Tabungnya jangan dibuka ya dek, itu nanti mau diisi darah kalian. Harus steril itu botolnya”.
Langsung aja mukaku berubah pucat pasi. “Darah?”. “Oh my god, aku kan phobia sama darah dan jarum suntik”. Aku berusaha menenangkan diri sambil tersenyum dan berpikir “alah, tenang aja Dan. Darah yang mau diambil paling cuma seuprit. Lagian dulu kau kan pengen masuk kedokteran??” pikirku sambil tersenyum. Saat aku melihat ke depan, ternyata udah ada antrian yang akan diambil darahnya, Mukaku langsung pucat dan keringat dingin. “Jadi, emang beneran 1 botol lipstik?” pikirku.

Selesai menunjukkan berkas-berkas dan bukti pembayaran SPP aku langsung melewati bagian pemeriksaan darah dan buru-buru masuk ke dalam klinik. Tiba-tiba aku dihadang abang-abang, ternyata harus tes visus mata dulu diluar klinin. Yaudah, sekalian aja aku periksa berat sama tinggi badan. “What? 63 Kg? naik 3 Kilo aku. Tinggi ku pun Cuma 163, sangat tidak ideal sekali badanku”….

Aku langsung ke bagian visus mata. Tiba-tiba aku dipanggil sama seorang abang yang arghhh, bikin minder kalo jalan sebelahan sama dia. Hahahaha….. Dan tes itu pun berjalan, Abang menanyakan tentang mataku sebelah kanan. “Pernah kecucuk ya dek?” kata abang itu
“Ehm, kayaknya gak pernah bang, tapi emang udah lama ini bang sejak SD” jawabku
“Oh, gitu” jawab abg itu sambil menandatangani berkasku. Sialnya, aku gak kepikiran mengopy berkas itu. Hiks hiks T_T

#Flashback
Memang aku udah lupa sejak kapan kejadian mata sebelah kananku ini dimulai, tapi karena mataku masih fine-fine aja dan masih jelas kalo ngeliat walopun gak pake kacamata, aku jadi gak terlalu ambil pusing. Tapi, aku harus lebih peka lagi dengan mata kananku ini, karena kata si abang itu, mata kananku udah parah banget.

Baiklah, 2 zona tes sudah dilalui. Dengan pandangan sinis aku melirik “blood test zone” yg bikin aku parno dan berlalu kedalam ruangan sambil berkata dalam hati “Aku akan menaklukkan kau tes darah” dengan theme song petir DUAAARRRRRRRR.
Aku pun tiba di “THT test zone” dan mendapati seorang bapak-bapak yang dari perawakannya sepertinya memiliki pengalaman segudang di bidang kedokteran. Aku ketawa dalam hati, disebelah aku ada cewek juga lagi diperiksa sama dokter cewek. Cewek itu diceramahi supaya sering-sering bersihkan kotoran telinganya.
Ya ampun, kalo aku bukan kotoran lagi di kuping. Harta karun pun kayaknya. Wkwkkwkw
 Si dokter pun langsung memeriksa kuping dan mempreteli hidungku menggunakan alatnya yang dingin. Terakhir, aku disuruh buka mulut dan ditempel alat yang entah apa namanya itu di lidahku. “Dan si dokter Cuma nyelupin alat itu ke air sebaskom yg gak tau masih steril ato kagak ??” pikirku. Ntah udah berapa mulut yang masuk di alat itu tadi. Dia pun langsung menandatangani berkas-berkasku. “Semuanya normal” dengan senyum lebar sambil nahan hasrat mau muntah.

Pantesan aja tadi sebelum masuk klinik, aku dicegat sama abang-abang tadi. Ternyata, didalam ada test mata lagi dan syaratnya harus udah selesai visus mata test di luar tadi. “Pagi-pagi aku udah suudzon aja ama orang. Maaf ya abang2 penjaga pintu depan  yang negor aku tadi”. Kali ini aku kebagian petugas wanita, masih muda, cantik dan berhijab. Mataku disenterinya dan disuruh menebak angka berapa di sebuah buku. “Oh, test buta warna” pikirku. Semua lancar aku jawab kecuali di angka 71. Angka 1 nya kayak angka 4, Fyuuhh.
Tidak buta warna. Hhhe” pikirku lagi dan berjalan keluar sambil menanyakan “Tooth Zone Test” dimana pada seorang Ibu-ibu.

Dengan langkah yang sangat tidak pede aku pun memasuki ruang test kedua yg paling aku takuti, yaitu “Test Gigi”. Dari kecil aku memang paling cuek ama organ tubuh yang satu ini. Apalagi aku juga sering  makan – makanan yang merusak gigi such as permen, cokelat, gorengan, manisan dll. Aku pun disuruh golek sama seorang dokter pria, kayaknya umurnya sekitar kepala 3.
“Sekolah dimana?” tanya si dentist
“Ehm, SMA 11” jawabku ragu. “jangan tanya dimana itu”pikirku
“Tinggal dimana?” lanjut sang dentist
“Emm, di letda sujono” jawabku ragu lagi
“Arah ke Tembung ya?” lanjut dentist. “Ketahuan deh”pikirku
“Iya” jawabku pasrah. “Maaaak, kapan lah kita pindah rumaaaahhh” *ngayal*
“Hmm, gigi kamu gak berlubang, Cuma karangnya banyak sekali nih” ujar dentist.
“Sering ke dokter gigi?” tanya sang dokter
“aduh, ni dokter mau promosi kali ya. “Ehh, enggak dok.” Jawabku singkat sambil tersenyum sopan
Sang dokter gigi pun memberi sedikit catatan di berkasku dan tingkat kebersihan mulutku adalah..“Sedang?” gumamku.

#Flashback
Dari dulu aku dan keluargaku jarang sekali periksa gigi semenjak pindah dari Aceh. Entah karena gak ada yang pas dokter gigi di Kota Medan dengan keluargaku atau karena kami menyepelekan masalah gigi kali ya? Ntahlah,

“PHYSIC MAN TEST” adalah test selanjutnya yang harus aku lalui. Di depan zonanya udah ada 2 petugas ibu-ibu yang aku judge pasti cerewet. Yaudah, tensiku pun ditest dan hasilnya adalah 110. “Kalo gak salah sih normal” pikirku. Aku langsung masuk kedalam untuk tes paru-paru. “Astaga naga” umpatku dalam hati. Aku pun langsung berbaring pasrah diperiksa oleh seorang dokter yang rambutnya udah putih semua dan diselimuti keriput. “Aku gak rela tubuhku digerayangi pria tua ini” khayalan tingkat dewaku. Si dokter tua pun memeriksa dadaku dengan stetoskop dinginnya. Gak ada komentar satu kata pun dari mulutnya dan aku pun gak berharap kami terlibat obrolan. Sedangkan sang dokter idamanku sedang berbincang-bincang dengan maba sialan yang merebut dokter idamanku itu. Ternyata sang maba sialan adalah perokok, aku diam-diam menguping pembicaraan mereka. “Hahaha. Coba aja aku yang diperiksa oleh sang dokter idaman. Aku bersih Dok, dari nikotin dan semacamnya” *ngelamun tingkat dewa*. Si dokter tua tanpa ekspresi tiba-tiba memegang pergelangan tanganku dengan lama. “Yaelah, nyocokin jam?” pikirku. Tiba-tiba aja sang dokter tua tanpa ekspresi menulis-nulis berkasku dan menandatanganinya tanpa berkomentar. “Aku sih udah yakin hasilnya bagus, karena aku gak pernah menghisap nikotin”.

Aku pun langsung ke toilet karena dari tadi menahan HIV (Hasrat ingin vivis) #agak maksa. Setelah keluar dari toilet, aku buru-buru melihat kertas merah. Tinggal 1 zona yang belum diceklsit. “Blood Test” ujarku. Aku pun berjalan menuju pintu utama sambil membayangkan film Kill Bill vol. 1 cara Gank Yakuza masuk ke dalam bar.  “So cool” pikirku dan musiknya langsung berhenti  jadi musik #Horror pas aku udah sampai dan duduk di tempat antrian. Berbagai macam ekspresi terpampang nyata didepanku yang hanya 12 cm. Ada yang takut, ketawa ??? dll, tapi aku belum menemukan ada yang menolak untuk dihisap darahnya. Didepan aku seorang cewek berhijab, anak matauli sibolga sedang diambil darahnya. “Dia aja yang perempuan nyantai aja Dan sambil senyam senyum.” Pikirku. Aku pun menyembunyikan rasa ketakutan berlebihanku akan darah (sebenarnya aku phobia darah sejak ngeliat video pemenggalan kepala di HP Rahma Ito #kawankuSMA) beberapa bulan yang lalu. Saat si anak matauli yang lumayan cantik itu udah selesai, raut mukaku langsung aja balik jelek dan duduk di dekat Dokter penghisap darah ini. “Aduh, aku lebih rela kalo Bella Swan/Kristen Stewart aja yang menghisap darahku, paling enggak kawe nya  pun gak papa.

“Pak, saya tadi pagi belum sarapan. Gak papa tuh?” ujarku dengan polosnya pada dokter penghisap darah karena teringat kata-kata satpam sotoy tadi pagi yg bilang “sarapan tadi pagi kan? Nanti pingsan pulak kelen disini”.
“Gak papa dek” jawab dokter penghisap darah tersenyum. Mungkin karena ekspresi ketakutanku yg kelihatan bodoh.
Dasar satpam sotoy” umpatku dalam hati
Si dokter penghisap darah pun mulai mengikat lenganku dengan alatnya supaya darahnya cepat keluar. Aku gak mau melihat ke alat-alatnya terutama si suntik. Liat ke samping, ada yang dihisap juga darahnya. Belum lagi sang Dokter udah mengeluarkan suntiknya. Terpaksa beralih ke arah sudut 45 derajat, ada yang lumayan enak dipandang. Hehehe
“Sekolah dimana dek?” tanya si dokter penghisap darah berusaha mencairkan suasana tegang sekaligus membuyarkan lamunanku. Pertanyaan yang ingin kuhindari ini pun terus dipertanyakan dari tadi. “Di SMA 11 Pak” jawabku sok ramah. “Untung aja gak nanyak alamatnya lagi” pikirku

#Important
Memang aku pernah bilang gak akan mempermasalahkan letak sekolahku yang menjurus ke arah TEMBUNG itu, karena toh gara-gara sekolah itulah aku berkesempatan masuk di USU. Tapi, syndrome minder mengalahkanku akhir-akhir ini. Pertanyaan alamat sekolah dan rumahku seakan menjadi pertanyaan sensitif dikupingku.

Sang dokter penghisap darah sudah selesai dengan ritualnya. Aku pun menempelkan stiker penutup luka di bekas suntikan. “Aku harus mendapatkan award karena melakukan hal ini”.  Dan setelah sekian lama aku menantikan sebenarnya apa golongan darahku, maka sang dokter penghisap darah melantunkan golongan darahku “B”.
“Yah, padahal aku berharapnya O” *kecewa*
Wajahku pun langsung berubah menjadi sok. Aku berlagak seolah hal ini kecil bagiku untuk menunjukkan ke anak FKG yang dari tadi sama terus denganku di tiap zone-nya (Apa jangan2 dia ngikuti aku terus ya?) #JagaImage

Dengan langkah penuh kemenangan karena aku telah mengalahkan zona paling kutakuti  itu aku langsung menuju zona pelaporan terakhir. Dengan mukak sok sombong aku melangkah dengan pasti sambil memandang mengejek ke maba-maba laen yang masi sibuk dan agak menghalangi jalanku. Pasti ada yg kesal melihat mukaku. Hahaha. Kebiasaan burukku yang paling susah diubah. Dan semuanya pun sudah selesai. Aku menuju pagar dan berhasil keluar dari klinik ini. Aku langsung menuju gelanggang mahasiswa dan menyelesaikan semua urusanku hari ini dengan cepat supaya bisa golek-golek dirumah. Di gelanggang mahasiswa aku berpapasan dengan John MG versi lokal yg kemarin menandatangani kartu Jalur Undanganku.
“Ohh, God. Engkau benar-benar menguji hambamu ini hari ini” batinku.
Semua urusan di Gelanggang mahasiswa pun sudah selesai. KTMS sementara pun  sudah aku dapatkan. Tinggal mengisi berkas online di PSI. Dan setelah selesai, aku pun kembali ke rumahku tercinta.

Sabtu, 26 Mei 2012

Cerita UN dan SNMPTN

By Ramazayn   Posted at  09.10   UN No comments
Hari yang sangat ditunggu-tunggu dan membuat seluruh anak SMA se-Indonesia kelas XII di tahun ini (2012) menjadi deg-degan. Gimana enggak deg-degan ? hari ini adalah pengumuman lulus/tidak lulusnya aku setelah 3 tahun belajar di SMA. #horror
Aku pun mulai searching, apakah ada quick qount versi pengumuman UN di Internet dan ternyata hasilnya nihil. Ada sih, tapi hanya bagi sekolah yang punya website sendiri. *sekolah awak tak punye website*. Gosip-gosip yang sampai di ponselku ada 2 orang yang tidak lulus di sekolah kami. Belum tahu apakah dari program IPA atau program IPS. Yang jelas berita ini membuat banyak yang tidak nyaman. “Bikin gelisah aja” pikirku. Aku langsung message salah satu guru dan dia bilang 2 orang itu dari IPS. Aku pun langsung lega. >_<
Sesampainya di sekolah, emakku langsung masuk ke kelas. Aku dan tribi (genk kecilku) pun menunggu para emak di loby sekolah. (Aku enggak tahu sih itu layak disebut loby atau enggak -__-“). Satu persatu teman kami keluar dengan muka bahagia bersama emak dan bapak-nya masing-masing. Dan kami (tribi) pun heboh saat Awal (anggota yang penuh perjuangan untuk keterima di tribi) keluar dan dinyatakan lulus. Congrattss wal.
Tiba saat emak Icha keluar, kami pun membuka amplop tersebut bareng-bareng. “Lulus”. Emak Nabila udah buka duluan, dan dia juga lulus. Dan terakhir emak aku gak berani buka. Akhirnya aku yang disuruh buka. Dan ternyata hasilnya…….

pengumuman kelulusan
Aku lulus Maaak!

“Alhamdulillah. Aku lulus”. Langsung salam emak.
Saat sampai dirumah, bapak aku ekspresinya biasa aja pas tahu aku lulus. (Yah, wajar kalilah ya. Cuma UN doank, smua org juga dah tau issue UN). Bapakku menyuruh aku membuka internet jam 5 sore untuk melihat pengumuman SNMPTN jalur undangan. Aku yang gak percaya, sempat beradu mulut dgn bapakku. Karena dengan jelas official site nya bilang pengumuman adalah 27 mei. Ternyata emang bapak aku yang benar. Soalnya di TV juga diberitakan (Dasar panitia SNMPTN labil -_-‘).

Jam dinding menunjuk angka 5, jantungku pun deg-degan kencang kali. Aku mulai menulis alamat website www.snmptn.ac.id. 1 detik…….10detik….5 menit kemudian. “Not Respons”. Arggghhh. Aku mencoba untuk membuka situs alternatif lain yaitu www.its.ac.id dan alhamdulillah terbuka. Aku klik link pengumuman SNMPTN undagan dan harus diisi :
No. Pendaftaran              : 4120199590
Tanggal Lahir22             : February 1994
*enter*
tiba-tiba aja ada kesalahan di nomor. “Okay okay, Dan. Santai aja ya.” *Tarek napas* Aku coba cek lagi no. pendaftaranku. “Loh, benar nya?” #MulaiPesimis. Aku coba klik kanan dan reload. Tiba-tiba..
pengumuman SNMPTN
Aku lulus SNMPTN? ini bukan mimpi kan?
YA ALLOHH…MAKASIH YA ALLOH. LULUS PIL. PERTAMA AKU MAK, PAK. *sambilnetesairmata* (ekspresiku yang tiba-tiba. lebay sih. Wkwkw)

Bapak aku langsung nyalam aku, emak aku mengecek apakah bener itu namaku.

Hah, gak tau lagi mau bilang apa, senang pastinya. Dua Kejutan hari ini. #LangsungUpdateStatus

Double Shock ^-^



Jumat, 15 April 2011

Pengalaman Bolos Renang

By Ramazayn   Posted at  09.25   Pengalaman No comments
Hari jumat, pelajaran pertama yang cukup membosankan. Bukan karena pelajarannya, tapi…..yah udah pada taulah se-SMA 11 kalau udah bahasa inggris. Pelajaran bahasa inggris…..Hari ini untunglah speaking, tentang expressing attitude. Lumayanlah hari ini masih ada ide untuk membuat beberapa dialog. Yaudah, aku dan Junus maju kedepan dan dikasi nilai yang sangat memuaskan dari madam itu. Huahhahaha……..selanjutnya, giliran yang lain maju dan kami mulai ngegosip dibelakang. Lumayanlah, 2 jam jadi gak terasa.

Pelajaran selanjutnya, Biologi. Hari ini praktikum mengenai sistem syaraf. Cukup asyik juga sih, cuma kelas jadi berantakan dan semua pada heboh ngebuat kesimpulannya. Karena LKS nya hari ini juga dikumpul. Kelompok kami serius banget, gak kayak kelompok di belakang kami. Si Ayu jadi korban. Huahahha…..
Percobaannya adalah tiap orang ditutup matanya dan meraba sebuah tusuk gigi. Saat si Ayu menutup mata, habis dikerjain hidung dan kupingnya…Semua pada kekehhh………

Pelajaran terakhir, nyantai aja yaitu TIK. Terus, jumat bersih deh. Seperti biasa, nyabutin rumput di depan kelas. Beuh…jarang-jarang aku di rumah nyabutin rumput. Huahahhaa……..

Nianni, Rama dan Sari janjian jumpa di simpang mandala sebelum ke kolam renang. Seperti biasa, yang duluan datang itu adalah : Rama. “Memanglah, nunggu cewek emang bikin esmosi. Dandan ampe 5 jam” batin Rama.
Yang kedua sampai adalah Nianni. Sari yang rumahnya dekat ajapun, datangnya paling lama. Dan ternyata dia diantar bokapnya. Bilang aja napa daritadi, kan kami bisa duluan…dan dia juga gak perlu ngeluarin ongkos. Hadehhh…..

Okey….saat kami sampai di kolam renang, kami yang terakhir datang. Aku udah bayar sama si Ella, tinggal mengambil tiketnya aja. Dan si Ninik kayaknya jumpa sama her doi. Huahahhaa….pakai acara malu-malu segala. Saat kami masuk, 3 menit kemudian kami mau pulang. Tapi, nunggu Pak Agus dulu yang sedang absen. Tiba-tiba si Sari dipanggil bapak itu untuk menukarkan kupon teh botol.  Dan si Sari dibagi satu. Kami pun permisi mau les, padahal bohong. Kami jadi gak enak sama bapak itu, sorry ya pak. Hiks hiks…..

Yaudah, kami langsung ke 3 M. Murah Meriah Muntah….gak gitu juga kale. Ini tempat makan sesuai kantong mahasiswa, anak kost dsb. Jadi promosi nih, huahahaha………Aku dan Sari makan, tapi si Nianni katanya mau Diet. Oh yeah??? Ntar jadi cungkring baru tauk. Pas udah kenyang, kami pun langsung ke TimeZone terdekat buat ngilangin stress. Sesampainya di Timezone, kami langsung beli koin (lebih tepatnya pake duit Rama) dan langsung nyerbu Basket Ring. Yang iyanya, kami kelamaan berebut bolanya daripada masukin bolanya. Rama berhasil memasukkan 83, Sari dan Nianni sekitar 100 gitu. Saat Nianni mau maen, dapat koin 1 biji. Hahahha…rejeki dia. Kami pindah menuju Basket untuk anak-anak. Saking semangatnya gak sadar kalau waktunya udah habis. Masi ditarek2 si Rama bolanya. Huahhahaha…..Nianni dan Sari ketawa habis-hasbisan dah.

Nianni : “Gak sekalian kau hancurkan aja dan?”
Sari : “Maknya dan, bawa bola dari rumah”
Rama : (Celingukan)

Sari dan Nianni mau main dance. Belum 30 detik dah game over Sari. Hahahaha………
Waktu telah menunjukan pukul 5. Itu berarti Nianni si anak pingit harus kembali ke rumah. Nianni gak dibolehkan pulang malam-malam. Kalau pulang malam, pintu rumah dikunci atau kampak udah digantung di depan pintu. Huhahahaha…..kayak zaman Siti Nurbahaya aja. Peraturan di rumah Nianni ketat banget. Tapi, baguslah. Cewek emang gak bagus pulang terlalu malam,.......nanti dikira Kuntilanak berkeliaran ._.

Rama and Nianni
Rama and Nianni

Maen Basket
Asyik banget maen basket

Back to top ↑
Connect with Us

What they says

© 2013 Cerita Random. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.