Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

Cerita Rokok

By Ramazayn   Posted at  09.59   Rokok No comments
Rokok dan bahayanya
Bahaya Rokok

Rokok adalah hal kedua yang paling kubenci setelah “Air Yang Memiliki Kedalaman"

Bicara tentang rokok gak akan ada habisnya. Ada yang Pro dan ada juga yang Kontra. Tapi aku gak membahas dari segi kebenaran atau kesalahan atau kesehatan atau apalah. Jadi, aku pernah mngadakan penelitian kecil-kecilan gitu. Tapi kejadian ini dulu banget waktu zaman aku masih SMP. Penelitiannya berjudul “Apakah benar cewe suka cowo merokok?”. Hasilnya menunjukkan dominan cewe sekelasku gak suka cowo yang merokok…….Really?? I don’t know.

Sekilas tentang pengalaman pahitku dengan rokok "si*lan" itu adalah saat SMP. Jadi, di kelas itu yang gak merokok itu cuma 3 orang yaitu aku, J*** dan Q***. (Identitas disamarkan). Aku sih emang gak suka sama yang namanya rokok. Radius 15 cm aja tercium asap rokok aku langsung menutup hidung atau menghindar. Aku juga gak tau kenapa. Kalau ditinjau dari segi kesehatan, asap kendaraan aja aku masih biasa aja. Tapi kalau katanya rokok, aku langsung refleks menutup hidung. Huahahhaa…..
Next, di acara perpisahan SMP kami pergi ke Prapat. Nah, biasanya acara-acara kayak gini yang jauh dari pengawasan orang tua dan guru, omset penjualan rokok bakal naik. Ceilehhh…

Padahal, acara perpisahan ini masih didampingi 3 orang guru. Tapi, gurunya malah ngebolehin kami (tanpa aku) merokok. What the hell?? guru apa nih yang membiarkan muridnya ngerokok di depannya? Dia bilang : “Klen, kalo mo ngerokok ngerokok aja trang2an. Gak usah sembunyik-sembunyik. Anak Ibu pun ibu kasih ngerokok dirumah yang seusia kalian. Daripada kalian sembunyik-sembunyik ngerokok dijebak kawan klen diselipin narkoba, hancur klen” Kata si Ibu.

Pendapat Rama di dalam hati (dengan wajah sinis) : ” Apa-apaan sih ini guru? sama aja dengan menghancurkan tubuh secara perlahan. Aku gak bisa menyimpulkan lagi mana segi positif dan negatifnya dari perkataan Ibu itu. Apakah dia benar atau salah, I don’t know."

Karena merasa dapat lampu hijau dari si guru, teman-teman yang lain menghisap kretek dengan bebasnya tanpa menghiraukan pendapat yang lain. Otomatis ruangan dipenuhi asap rokok dan membuat sesak. Sampai-sampai dua orang yang gak pernah merokok itu pun ikutan merokok walaupun cuma beberapa isapan, gak smpe 1 batang. Aku tahu mereka sebenarnya cuma jaga image aja supaya enggak dibilang cemen dan semacamnya. Tapi, tetap aja aku merasa dihianatin. Huhuhu. *lebay*. Nah, tinggal giliran aku. Segala macam cara mereka membujuk aku spaya menghisap benda sial*n itu.
“Ini orang-orang, mau mati cepat nagapain ngajak2 sih???” Batinku.
Yaudah, Aku pun mengeluarkan jurus klasik namun ampuh. “Sorry Guys, gua bengekan (sesak nafas)” bohongku.

Nah, 2 tahun kemudian aku kembali lagi dipertemukan dengan masalah rokok. Tanpa sengaja aku terlibat percakapan tentang rokok dengan seorang oknum guru (lagi?).
Menurut pendapatnya : “Masa kamu gak pernah merokok Dan? Menurut saya yah, walaupun rokok itu gak sehat…Tapi, seorang cowok keliatan machonya pas ngerokok. Tapi jangan sampai ketergantungan”. Duaaaaaarrrrrrrrrr…..gak da petir gak da hujan (padahal).

Nah, dari situ aku suka bingung, benarkah menurut kalian kalau cowok mempunyai daya tarik tersendiri jika sedang merokok? Aku sih, udah sering diolok-olok dan diketawai karena gak pernah menyentuh kretek sampai sekarang. Udah kebal akan hal-hal seperti itu. Parahnya ada yang bilang kayak B**** kalau gak ngerokok. Dalam hati aku bertanya : “Di Pasar 7, Iskandar Muda, Asia Mega Mas banyak Waria yang ngerokok loh????”

So, what do you think ???????

Jumat, 24 April 2015

Cerita Angkutan Umum

By Ramazayn   Posted at  10.38   Sudek No comments
Angkutan Umum
Angkutan umum adalah salah satu media untuk membuat manusia saling berinteraksi

"Di angkot (bahasa Medan untuk angkutan umum), kita bisa bertemu dengan orang baru setiap hari. Ada banyak jenis karakter manusia di dalamnya. Dari yang super friendly hingga yang super annoying."

Bangun pagi, tidur lagi. Banguuuuuuuuuuuuuuuun. Kalimat itulah yang biasa diteriakkan emak di kala libur telah tiba. Aku itu kayak orang mati kalau lagi liburan. Bisa-bisa sampai lupa subuhan. Okay, Planning hari ini adalah aku akan hunting DVD. Berhubung gak ada yang mau nemani, aku memutuskan untuk pergi sendirian aja naik angkot. Kalau naek motor juga ribet nyari parkirannya. *alasan*. Selesai gaming, aku langsung mandi karena aku gak mau terjebak hujan ntar. Cuaca di Medan akhir-akhir ini susah ditebak. Sama kayak suasana hati. *curhat*

Gak tau kenapa, kepalaku rada-rada pening hingga mual. Tapi aku udah keburu nyetop angkot, yaudah lah hajar aja. Di angkot itu ada 6 orang termasuk aku. Ada seorang bapak yang sok kenal dan sok dekat banget sama kakak-kakak disebelahnya. Aku tahu, kakak itu pasti stress dan bete kali duduk disamping bapak itu. Bapak itu nyerocos terus sepanjang perjalanan. Padahal si kakak udah ngasih radar kalau dia gak mau dengar. Aku juga ngeliat seorang Ibu disamping aku, dia tidurnya pulas banget. "Ini bukan hotel kale buk"pikirku. Gimana kalau ternyata salah satu dari penumpang di dalam ini adalah seorang perampok?

Dua penumpang udah turun duluan. Jadi, tersisa kami berempat. Gak lama kemudian, dua orang ibu-ibu dengan dandanan yang menor masuk. Mataku agak sakit melihat mixing baju ibu-ibu ini. Bibir merah membara, baju hijau terang benderang dan celana kuning menyilaukan. Ibu yang satu lagi juga gitu, cuma celananya warna biru muda, baju pink dan bibir merah. Ibu baju hijau ngomong ke supir “Pir, jangan ngebut-ngebut ya. Pelan2 aja“. Tiba-tiba Bapak yang sok kenal dan sok dekat tadi pun nyerocos lagi. Kali ini korbannya adalah kedua Ibu itu. Tapi aku yakin kalau kakak yang disebelah bapak itu sedang sorak bergembira karena telah bebas dari si bapak. Bapak itu ngomong apa, aku juga gak ngerti. Aku yakin kedua Ibu itu juga gak memperhatikan bapak itu. Panjang kali ceritanya, kira-kira hampir 5 menit. Aku tersenyum melihat adegan awkward ini. Aku berharap tidak menjadi salah satu korban bapak tersebut. Aku menjauh ke belakang supaya gak diajak ngomong sama bapak-bapak aneh itu.

Bapak itu pun turun kira-kira setelah 3 menitan. Saat bapak itu turun dan udah agak jauh, kedua Ibu dengan style ngejreng tadi pun tertawa. Aku gak begitu dengar apa omongan mereka, tapi yang jelas pasti sedang menyindir bapak tadi. Gak berapa lama kemudian, Dua orang ibu-ibu masuk lagi dan merepet tentang speaker di angkot ini yang kebesaran sehingga orang jadi susah masuk. “Besok2 beli angkot sendiri napa buk?” pikirku. Sampai di Jl. Aksara seorang pengamen datang mnghampiri angkot yang kutumpangi. Dia menyanyikan lagu kesukaanku, which is Peterpan yang menghapus jejakmu. Otomatis aku dengar sampai habis. Aku ngasih lembaran 5 ribu dan abg itu say thanks. Asyik juga suaranya, apalagi permainan gitarnya. Serru.

Okey, aku pun sampai ke Sun dan langsung mencari DVD yang lagi booming. Lanjut ke toko kaset, aku nyoba dengar beberapa lagu. Keren sih, cuma aku harus sabar beli albumnya. Terus, karena gak tau mau ngapain lagi, aku liat teater 21 ke atas. Aku berusaha keras melewati toko bagian gadget. Hahahaha…sangat menggiurkan melihat Gadget-gadget terbaru. Sesampainya di teater, ternyata gak ada yang menarik movienya. Saat memutuskan akan pulang, aku ketemu ex-friendku waktu SMP. Dia bersama gerombolannya, aku senyum aja ke dia. Gile nih anak, dulu pendiam banget, sekarang udah gandeng-gandeng cewe aja. Heheheh…

Aku pun memutuskan untuk pulang dan nyetop angkot, sambil menjilat es krim yang baru aku beli. Kali ini, penumpang diangkot ini cuma 3 orang termasuk aku. Gak ada yang menarik dari penumpang angkot kali ini. Hingga datang dua orang Ibu-ibu Chinese. Mereka menggunakan bahasa cina untuk berkomunikasi. Aku gak ngerti apa yang dibicarakan mereka. Jangan-jangan mereka sedang nyeritain aku? *kepedean*. Gak tau aku yang salah dengar atau apa, aku mendengar kalau mereka sedang ngomongin sambel, pecel, jengkol dan ikan asin? Orang Cina ternyata doyan makanan begituan juga ya?? tauk ah, gelap. Yang menarik dari mereka, aku liat salah satu ibu chinese itu ngomongnya ampe muncrat. Mungkin kebanyakan pake huruf s. Hausiang, sing sing, chiauxiang, bla-bla *ditimpuk*

Sampai di rumah, aku langsung tidur bentar dan nge-download beberapa lagu. *Don’t try this at home*


Jumat, 05 September 2014

Cerita Munakahat

By Ramazayn   Posted at  11.23   Pernikahan No comments
Pernikahan?
Munakahat

Saya tahu bahwa profesiku ini diciptakan oleh lelaki, dan bahwa lelaki menguasai dua dunia kita, yang dibumi ini dan dialam baka. Bahwa lelaki memaksa perempuan menjual tubuh mereka dengan harga tertentu, dan bahwa tubuh yang paling murah adalah tubuh sang isteri. Semua perempuan adalah pelacur dalam satu atau lain bentuk. Karena saya seorang yang cerdas, saya lebih menyukai menjadi seorang pelacur bebas daripada seorang istri yang diperbudak. !!

-Jeritan Perempuan Mesir dalam buku (Perempuan di Titik Nol - Nawal El-Saadawl)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Munakahat, istilah yang baru aku dapat saat duduk di bangku SMA. Munakahat dikenal juga dengan pernikahan, ritual aneh (menurut aku) yang harus dilakukan oleh semua orang yang sudah memenuhi syarat. Enggak tahu kenapa, aku selalu menganggap menikah adalah hal yang aneh. Apalagi prosesinya itu, serah terima atau apalah namanya. Hahahaha…..sangat aneh. Belum lagi dipadukan dengan adat-adatan seperti pernikahan kakakku yang nomor dua. Ribetnya mintak ampun. Enyak sampai sibuk mikirin makanan, kakak sibuk pilah-pilih baju, bapak sibuk menentukan surat undangan. Semua ampe kebawa mimpi dan gak bisa tidur tenang hingga acara selesai. Semua harus terlihat sempurna (di depan para undangan). Hadeh, satu kata yang cuma bisa aku bilang. “Ribet”.

Kayaknya aku terkena penyakit “Wedding Phobia”. Tapi kayaknya di medan gak ada perkumpulannya, jadi gak bisa saling tukar pikiran. Di SMA dulu ada sih 1 temanku yang juga gak suka dengan ritual itu. Dia adalah seorang perempuan. Tapi, sudut pandang kami sedikit berbeda. Kalau cowok di sekolah aku mah kalau ditanya tentang married langsung mupeng dan mikir malam pertama semua. (Cape deeeehhhh…..).

Baiklah, kebetulan pada pelajaran Agama Islam, pernah dibahas materi tentang munakahat/perkawinan. Salah seorang dari kami menanyakan bagaimana hukumnya kalau seorang pria yang sudah memenuhi syarat untuk menikah tetapi tidak menikah-nikah juga. Lalu bapak tersebut dengan mantap menjawab, “Kalau dia merencanakan dan berkata aku enggak mau menikah padahal dia sudah baligh, merdeka, mapan dan tidak cacad sedikitpun maka ia akan BERDOSA.”

Sabtu, 07 Juni 2014

Cerita Kepribadian

By Ramazayn   Posted at  07.32   Psikologi No comments
Kepribadian Plegmatis
Plegmatis
Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.

Sedangkan personality menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.

Kepribadian memang merupakan salah satu topik yang menarik bagi saya. Latar belakang Orangtua saya yang mengharuskan kami berpindah-pindah provinsi membuat saya berinteraksi dengan berbagai karakter dan kepribadian orang di lingkungan yang berbeda-beda. Selain itu, riwayat pendidikan saya dari SD hingga di bangku Kuliah yang notabene selalu lari dari rayon, membuat saya harus bersosialisasi dari nol kembali dan bertemu dengan orang-orang baru yang belum saya kenal.
Menurut saya mengamati dan mempelajari kepribadian orang itu sangat penting, agar kita bisa menyesuaikan diri bagaimana seharusnya
kita menunjukkan sikap terhadap orang tersebut. Ada tipe orang yang suka bercanda, sebaiknya kita jangan terlalu serius dengannya karena akan membuatnya bosan. Sebaliknya, ketika berhadapan dengan orang yang tipe serius pembawaannya kita harus menjaga sikap dan tutur kata. Itulah kunci apabila kita ingin dapat menyesuaikan diri pada lingkungan sosial.

Hippocrates adalah bapak ilmu kedokteran, dia membahas manusia dari titik tolak konstitusional. Terpengaruh oleh kosmologi empedokles, yang mengatakan bahwa alam semesta isinya tersusun dari empat unsur dasar yaitu; tanah, air, udara, dan api. Dengan sifat-sifat yang didukungnya yaitu; kering, basah, dingin, dan panas. Dari situlah, akhirnya Hippocrates berpendapat bahwa dalam diri seseorang terdapat empat macam sifat-sifat yang didukung oleh keadaan konstitusional berupa cairan-cairan yang ada dalam tubuh orang tersebut, antara lain:
  • Sifat kering terdapat dalam chole (koleris)
  • Sifat basah terdapat dalam melanchole (melankolis)
  • Sifat dingin terdapat dalam phegma (plegmatis)
  • Sifat panas terdapat dalam sanguis (sanguins)
1.     Tipe Kepribadian Kolerik/Chole
        Seseorang yang memiliki tipe kepribadian ini sangat berorientasi pada pekerjaan, dan tugas. Dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihan dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kekurangannya kolerik kurang bisa merasakan perasaan orang lain, belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain sangat minim, karena tipe perasaannya kurang bermain.

2.     Tipe Kepribadian Melancholis/melanchole
        Sering dengar kata melancholis? apa yang terlintas dalam pikiran anda? seseorang yang lemah lembut? yaa anda benar. Tipe ini sangat terobsesi dengan karya yang paling bagus, sempurna, mengerti estetika keindahan hidup ini dan perasaannya sangat kuat, dan sensitif. Kelembahan tipe melankolik adalah sangat mudah dikuasai oleh perasaannya. Tidak mudah bagi seorang melankolis untuk bangkit, senang, atau tertawa.

3.     Tipe Kepribadian Flegmatis/phegma
        Tipe Flegmatik adalah orang yang cenderung tentang dan dari luar cenderung tidak bermosi. Tipe ini mampu menyembunyikan emosinya, misalnya, sedang senang, sedih, dll. Orang ini cukup menguasi dirinya dengan cukup baik dan introspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnnya. Dia adalah seorang pengamat yang kuat, penonton yang tajam dan juga seorang pengkritik yang berbobot. Akan tetapi, kelemahan dari tipe ini cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah. Hal ini membuat tipe ini menjadi orang yang kurang mau berkorban bagi orang lain.

4.     Tipe Kepribadian Sanguin/sanguis
        Tipe sanguis mempunyai banyak kekuatan, bersemangat, mempunyai gairah hidup, dan bisa membuat lingkungannya gembira, senang, Namun kelembahan dari tipe ini cenderung impulsive (bertindak sesuai emosi atau keiinginannya). Orang-orang dengan tipe ini mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungannya dan ransangan-ransangan dari luar dirinya. Tipe sanguin kurang dapat menguasi dirinya. Dalam bukunya Tim LaHaye, orang-orang dengan tipe sanguin cenderung mudah jatuh ke dalam percobaan, karena goadaan dari luat bisa begitu memikatnya.

Dulu saya pernah ikut tes temperamen di salah satu aplikasi Facebook, dan hasilnya adalah saya merupakan tipe kepribadian plegmatis. Setelah saya perhatikan, penjelasan tentang tipe kepribadian ini (baik kelebihan dan kekurangan) banyak kesamaan dengan diri saya.

Berikut Kekuatan dan Kelemahan Orang yang bertipe Plegmatis PLEGMATIS:
KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
* Penengah masalah yg baik
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah
* Baik di bawah tekanan
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
* Rasa humor yg tajam
* Senang melihat dan mengawasi
* Berbelaskasihan dan peduli
* Mudah diajak rukun dan damai

KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
* Takut dan khawatir
* Menghindari konflik dan tanggung jawab
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
* Terlalu pemalu dan pendiam
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
* Kurang berorientasi pada tujuan
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
* Tidak senang didesak-desak
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

"Daripada sibuk mengomentari kepribadian orang lain, lebih baik kita mengetahui tipe kepribadian kita sendiri sebagai bahan instropeksi." (Ramadan)


Minggu, 01 Juni 2014

Cerita Frustasi dan Motivasi

By Ramazayn   Posted at  06.31   Psikologi No comments
Frustasi
Frustasi
Frustasi 
        Frustasi adalah keadaan dimana seseorang sedang kalut, terlalu banyaknya masalah, tekanan ataupun lainnya, sehingga tidak dapat menyelesaikannya, yang hampir sama dengan stress, Akan tetapi tidak bisa  disamakan oleh pengertian putus asa. Akan tetapi dapat juga diartikan sebagai suatu keadaan yang dialami seseorang, ketika keinginanya tidak dapat tercapai atautidak dapat terealisasikan atau bisa juga cita-cita atau keinginanya tidak dapat terwujud.

Motivasi
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama.  Kekuatan yang memberikan energi dan mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan. Keadaan internal yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Dalam buku Educational Psychology oleh W John Santrock pada tahun 2004, berikut adalah pengertian motivasi dari berbagai perspektif dalam psikologi.

Baiklah, kali ini saya tidak akan membahas teori-teori yang berkaitan dengan frustasi ataupun motivasi karena materi ini sudah pernah dipresentasikan berkali-kali saat proses perkuliahan Pengantar Psikologi Umum. Saya akan membahas pengalaman hidup saya mengenai frustasi dan motivasi.
Setiap Orang pasti pernah minimal sekali dalam hidupnya mengalami yang namanya keadaan frustasi, termasuk saya sendiri. Saat itu merupakan transisi dari masa SMP ke SMA. Sewaktu SMP, saya sudah berkeinginan untuk memasuki salah satu SMA Negeri favorit di Medan, karena saya lihat alumninya banyak yang berprestasi dan itu membangkitkan gairah/passion saya untuk memasuki SMA Negeri tersebut.
Saya akui, sewaktu masa SMP saya kurang begitu maksimal dalam hal akademis, walaupun saya bisa bertahan tidak keluar dari peringkat 5 besar. Kemauan belajar sendiri tanpa disuruh atau hanya karena ada tugas turun drastis daripada sewaktu saya SD dulu. Selain saingan saya juga lumayan banyak, mereka juga masing-masing punya skill tersendiri yang membuat mereka menonjol daripada yang lain yang membuat saya sedikit minder.
Transisi dari SD yang saya benar-benar buku holic berubah drastis semenjak SMP. Saya mulai mengenal apa itu Games Online, saya menemukan teman-teman yang hobbynya sama dengan saya, yaitu menonton dan banyak lagi hal lainnya yang membuat saya merasa enjoy dan sedikit terlena sehingga tidak jarang saya menomor 2 kan akademis.
Tiba saat Ujian Nasional hamper dekat, saya mulai terkejut dimana semua orang bukannya sibuk belajar ataupun ikut les tambahan, tetapi saya malah mendengar desas desus mengenai kunci jawaban UN. Saya kaget mendengar hal tersebut, apakah benar kunci jawaban UN bisa tersebar begitu saja. Ketika saya mulai mengikuti perbincangan lebih dalam, ternyata latar belakang orangtua beberapa murid disitu bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan kunci jawaban Ujian Nasional. Yang membuat saya terkejut lagi, sekolah bahkan membiarkan hal tersebut hanya karena 1 alasan : supaya sekolah itu tidak malu ada muridnya yang tidak lulus. Supaya di cap sekolah 100 % lulus.
Saya yang benar-benar tidak tahu sama sekali dan masih polos saat itu pun akhirnya ikut-ikutan meminta bantuan kunci jawaban dari teman saya yang dapat karena saya merasa tidak percaya diri dan tidak mau mengambil resiko akan keidealisan saya. Ternyata, kunci jawaban yang ditawarkan pun bervariasi nilainya, ada yang rata2 sedang, hingga nilai sempurna. Tentu saja saya mendapatkan kunci jawaban yang biasa-biasa saja yang bermodalkan meminta dari teman.
Alhasil saat pengumuman, saya dinyatakan lulus dengan rata-rata yang menurut saya cukup tinggi dari rata-rata Try Out saya sendiri yaitu 8.40. Tetapi, rata-rata tersebut ternyata tidak ada apa-apanya, masih banyak yang diatas saya bahkan ada beberapa murid yang keseharian akademisnya buruk malah mendapatkan rata-rata 9.00. Saya mulai pesimis ketika syarat untuk masuk ke SMA Negeri yang saya icita-citakan tersebut berdasarkan nilai UN. Memang ada jalur ujian beberapa persen, tetapi disitu dijadikan komersalisasi atau istilahnya adalah sisipan. Dan alhasil, saya tidak diterima di SMA Negeri yang saya inginkan tersebut hanya karena patokan nilai UN yang bisa dikatakan tidak fair. Melihat beberapa teman saya yang saya tahu kemampuan akademisnya jauh dibawah saya, tetapi diterima di sekolah yang saya cita-citakan tersebut membuat saya kecewa dan frustasi.
Akhirnya, saya masuk ke SMAN 11 Medan, kembali lagi ke rayon sekitaran rumah saya di Tembung. Sekolah ini prestasinya biasa saja dan tidak difavoritkan kalau di kota Medan, kalau sekitaran Tembung memang cukup favorit. Semester pertama, saya tidak fokus dan masih konflik dengan diri saya sendiri. Saya memilih bermain-main saja, saya bahkan sempat berfikir,”untuk apa saya belajar capek-capek kalo nantinya bakal dapat kunci jawaban juga”.
Saat teman-teman SMP mengajak reunian, saya sebenarnya sangat malas. Pasti topik pembahasannya adalah seputaran SMA mana yang kita masuki. Disitulah muncul sebuah motivasi dari diri saya sendiri, mungkin sekarang saya tidak berada di sekolah yang difavoritkan, atau sekolah yang tidak terkenal dan dipandang sebelah mata. Tapi, nanti saya akan buktikan saat di bangku perkuliahan. Siapa sebenarnya yang benar-benar bisa survive.

Motivasi itulah yang membangkitkan saya kembali dari keterpurukan dan kefrustasian saya. Kalau menurut saya, motivasi intrinsic, atau dari dalam diri sendiri itu lebih kuat pengaruhnya daripada ekstrinsik atau dari orang terdekat. Seperti saya, berkali-kali orangtua saya menasehati semua sekolah itu sama, tetapi dulu saya tetap menolak pernyataan tersebut. Hingga muncul motivasi dari diri sendiri untuk bangkit.


Kamis, 29 Mei 2014

Cerita Masa Remaja

By Ramazayn   Posted at  06.43   Psikologi No comments
Masa Remaja
Remaja

Beberapa orang mengatakan masa-masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan dan tidak akan terlupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, kita mulai berani mengekspresikan diri kita, bagaimana pendapat kita dan tidak jarang ingin diakui lebih hebat dalam suatu komunitas sehingga tidak jarang konflik antar remaja mewarnai fase ini. Tetapi, tidak jarang juga masa remaja menjadi suatu hal kenangan buruk yang tidak ingin kita ingat apabila kita mengacaukannya. Karena pada masa remaja cara berpikir kita sudah sedikit lebih maju dari kanak-kanak, bisa membedakan mana yang benar dan tidak benar walaupun seringkali remaja melakukan kesalahan juga. Karena, di masa remaja gejolak, hormon dan ketidakstabilan emosi meningkat. Apabila remaja tersebut tidak bisa mengendalikannya, maka akan berakhir menjadi kenakalan remaja.
Suardi (1986: 98) menyatakan remaja adalah masa perantara dari masa anak-anak menuju dewasa yang bersifat kompleks, menyita banyak perhatian dari remaja itu sendiri dengan orang lain, dan masa penyesuaian diri terdidik. Selain itu, masa ini juga adalah masa konflik, terutama konflik remaja dengan dirinya sendiri dengan remaja yang lain sehingga membutuhkan penanganan khusus yang menuntut tanggung jawab paripurna.
Mengenai ciri-ciri remaja tidak mesti dilihat dari satu sisi, tetapi dapat dilihat dari berbagai segi. Misalnya dari segi usia, perkembangan fisik, phisikis, dan perilaku. Menurut Gayo (1990: 638-639) ciri-ciri remaja usianya berkisar 12-20 tahun yang dibagi dalam tiga fase yaitu; Adolensi diri, adolensi menengah, dan adolensi akhir. Penjelasan ketiga fase ini sebagai berikut:

1.        Adolensi dini
Fase ini berarti preokupasi seksual yang meninggi yang tidak jarang menurunkan daya kreatif/ ketekunan, mulai renggang dengan orang tuanya dan membentuk kelompok kawan atau sahabat karib, tinggah laku kurang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti perilaku di luar kebiasaan, delikuen,dan maniakal atau depresif. Hal-hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
a.    Sikap protes terhadap orang tua
Remaja pada usia ini cenderung tidak menyetujui nilai–nilai hidup orang tuanya, sehingga sering menunjukkan sikap protes atau berontak terhadap orang tua. Mereka berusaha mencari identitas diri dan sering kali disertai dengan menjauhkan diri dari orang tuanya. Dalam upaya pencarian identitas diri, remaja cenderung melihat kepada tokoh–tokoh di luar lingkungan keluarganya, yaitu : guru, figur ideal yang terdapat dalam film, atau tokoh idola.
Saya sendiri masih mengalami hal ini, seringkali saya dengan kedua orangtua saya berbeda pendapat. Apakah karena orangtua saya yang terlalu konservatif, overprotektif dan tidak percaya sepenuhnya kepada saya atau saya yang terlalu menuntut kebebasan.
b.    Preokupasi dengan badan sendiri
Tubuh seorang remaja pada usia ini mengalami perubahan yang cepat sekali. Perubahan ini menjadi perhatian khusus bagi diri remaja.
Di saat beranjak SMP, awalnya saya terkejut karena suara saya yang membesar, tumbuh bulu-bulu di bagian sensitif, “wet dream” dsb. Untungnya ada mata pelajaran biologi yang menjelaskan bahwasanya fase ini wajar dialami seseorang ketika beranjak remaja. Orangtua saya sangat tabu membicarakan hal-hal tersebut.
c.    Kesetiakawanan dengan kelompok seusia
Para remaja pada kelompok umur ini merasakan keterikatan dan kebersamaan dengan kelompok seusia dalam upaya mencari kelompok senasib. Hal ini tercermin dalam cara berperilaku sosial.
d.   Kemampuan untuk berfikir secara abstrak
Daya kemampuan berfikir seorang remaja mulai berkembang dan dimanifestasikan dalam bentuk diskusi untuk mempertajam kepercayaan diri
e.    Perilaku yang labil dan berubah–ubah
Remaja sering memperlihatkan perilaku yang berubah–ubah. Pada suatu waktu tampak bertanggung jawab, tetapi dalam waktu lain tampak masa bodoh dan tidak bertanggung jawab. Remaja merasa cemas akan perubahan dalam dirinya. Perilaku demikian menunjukkan bahwa dalam diri remaja terdapat konflik yang memerlukan perhatian dan penanganan yang bijaksana.
2.        Adolensi menengah
Fase ini memiliki umum: mulai tertarik terhadap seseorang bahkan teman yang sering kita ajak berinteraksi, mulai meningkat pentingnya, fantasi dan fanatisme terhadap berbagai aliran, misalnya, mistik, musik, dan lain-lain. Menduduki tempat yang kuat dalam perioritasnya, politik dan kebudayaan mulai menyita perhatiannya sehingga kritik tidak jarang dilontarkan kepada keluarga dan masyarakat yang dianggap salah dan tidak benar, seksualitas mulai tampak dalam ruang atau skala identifikasi, dan desploritas lebih terarah untuk meminta bantuan.
3.        Adolensi akhir
Masa ini remaja mulai lebih luas, mantap, dari dewasa dalam ruang lingkup penghayatannya .Ia lebih bersifat ‘menerima’dan ‘mengerti’ malahan sudah mulai menghargai sikap orang/pihak lain yang mungkin sebelumnya ditolak. Memiliki karier tertentu dan sikap kedudukan, kultural, politik, maupun etikanya lebih mendekati orang tuanya. Bila kondisinya kurang menguntungkan, maka masa turut diperpanjang dengan konsekuensi .imitasi, bosan, dan merosot tahap kesulitan jiwanya. Memerlukan bimbingan dengan baik dan bijaksana, dari orang-orang di sekitarnya. Ciri-cirinya dapat diuraikan sebagai berikut:
a.    Kebebasan dari orangtua
Dorongan untuk menjauhkan diri dari orang tua menjadi realitas. Remaja mulai merasakan kebebasan, tetapi juga merasa kurang menyenangkan. Pada diri remaja timbul kebutuhan untuk terikat dengan orang lain melalui ikatan cinta yang stabil.
b.    Ikatan terhadap pekerjaan dan tugas
Sering kali remaja menunjukkan minat pada suatu tugas tertentu yang ditekuni secara mendalam. Terjadi pengembangan akan cita–cita masa depan yaitu mulai memikirkan melanjutkan sekolah atau langsung bekerja untuk mencari nafkah
c.    Pengembangan nilai moral dan etis yang mantap
Remaja mulai menyusun nilai–nilai moral dan etis sesuai dengan cita – cita.
d.   Pengembangan hubungan pribadi yang labil
Adanya tokoh panutan atau hubungan cinta yang stabil menyebabkan terbentuknya kestabilan diri remaja
e.    Penghargaan kembali pada orang tua dalam kedudukan yang sejajar
Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan.

 Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu:
1.        Periode masa puber usia 12-18 tahun
a.    Masa prapubertas        : peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Ciri-cirinya:
1)   Tidak suka diperlakukan seperti anak kecil
2)   Mulai bersikap kritis
b.    Masa pubertas : masa remaja awal. Ciri-cirinya:
1)      Mulai cemas dan bingung terhadap perubahan fisiknya
2)      Memperhatikan penampilan
3)      Sikapnya tidak menentu/plin-plan
4)      Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib.
c.    Masa akhir pubertas : peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Ciri-cirinya:
1)      Pertumbuan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaannya psikologisnya belum tercapai sepenuhnya.
2)      Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria.

2.        Periode remaja adolesen usia 19-21 tahun
a.       Mulai menyadari akan realita
b.      Sikapnya mulai jelas tentang hidup
c.       Mulai nampak bakat dan minatnya
Berdasarkan uraian mengenai remaja dari segi psikis, dapat disimpulkan bahwa : Ciri perkembangan psikologis remaja adalah adanya emosi yang meledak-ledak, sulit dikendalikan, cepat depresi (sedih, putus asa) dan kemudian melawan dan memberontak. Emosi tidak terkendali ini disebabkan oleh konflik peran yang senang dialami remaja. Oleh karena itu, perkembangan psikologis ini ditekankan pada keadaan emosi remaja.
Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, dilain waktu dapat marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis. Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang baru. Hal tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (1990), yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosial remaja. Bertambahnya ketegangan emosional yang disebabkan remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang berlainan dengan dirinya.
Menurut Mappiare (dalam Hurlock, 1990) remaja mulai bersikap kritis dan tidak mau begitu saja menerima pendapat dan perintah orang lain, remaja menanyakan alasan mengapa sesuatu perintah dianjurkan atau dilarag, remaja tidak mudah diyakinkan tanpa jalan pemikiran yang logis. Dengan perkembangan psikologis pada remaja, terjadi kekuatan mental, peningkatan kemampuan daya fikir, kemampuan mengingat dan memahami, serta terjadi peningkatan keberanian dalam mengemukakan pendapat.

Sabtu, 12 April 2014

Cerita Memory

By Ramazayn   Posted at  09.16   Psikologi No comments
Kuliah Online
Google Hangouts

Ada yang berbeda di pertemuan ke-5 kali ini. Yaitu Ibu Filia mencoba untuk melakukan perkuliahan online. Untung saja saya belum menyetop angkot untuk pergi ke kampus. Karena saya hanya punya koneksi internet di rumah, kalau mengandalkan wifii fakultas kurang terjamin. Dan keputusan saya untuk online di rumah adalah tepat, karena jaringan speedy di rumah saya tetap stabil. Berhubung fasilitas G-Hangout cukup berat apalagi diakses 60 orang secara bersamaan, cukup membuat nge-lag untuk beberapa orang.

MEMORY
Materi minggu ini adalah “Memory”. Menurut para ahli anatomi syaraf dan ahli susunan kimia syaraf, neuron berfungsi melakasanakan pekerjaan utama otak, “merambatkan” getaran dari syaraf pancaindera yang tersebar di sekujur tubuh. Bagian itulah yang membuat manusia mampu mengingat dan menganalisa sesuatu.
Menurut Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (dalam Matlin, 1998), ingatan disimpan dalam tiga sistem penyimpanan informasi, yaitu memori sensori (sensory memory), memori jangka pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term memory).

1.    1.  Memori sensoris àadalah ingatan yang berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh pancaindera. Memori Sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil. Jadi, di dalam diri manusia ada beberapa macam sensori-motorik, yaitu sensori-motorik visual (penglihatan), sensori-motorik audio (pendengaran), dan sebagainya.  Memori sensorik cukup pendek, dan biasanya akan menghilang segera setelah apa yang kita rasakan berakhir. Jenis Sensory Memory ada 2, yaitu Iconic Memory (isual/Penglihatan) dan Echoic Memory (Audio/Pendengaran).
          Sebagai contoh, ketika anda melihat. Kita melihat ratusan hal ketika berjalan selama beberapa menit. Meskipun perhatian tertuju oleh sesuatu yang anda lihat, itu segera terlupakan oleh sesuatu yang lain yang menarik perhatian anda di antara sekian banyak yang ditangkap indera penglihatan.
Contoh tersebut kaitannya adalah ke Iconic Memory.

2.   2.   Short-term memory atau working memory 
à adalah suatu proses penyimpanan memori sementara, artinya informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama informasi tersebut masih dibutuhkan. Ingatan jangka pendek adalah tempat kita menyimpan ingatan yang baru saja kita pikirkan. Ingatan yang masuk dalam memori sensoris diteruskan kepada ingatan jangka pendek. Ingatan jangka pendek berlangsung sedikit lebih lama dari memori sensoris, selama anda menaruh perhatian pada sesuatu, anda dapat mengingatnya dalam ingatan jangka pendek. Dari ingatan jangka pendek ini, ada sebagian materi yang hilang, sebagian lagi diteruskan ke dalam ingatan jangka panjang.
           Jumlah informasi yang bisa disimpan dalam memori jangka pendek sangat terbatas. Hanya lima hingga sembilan informasi saja yang dapat berada dalam memori jangka pendek sekaligus. Setiap kali anda memberikan perhatian ke informasi baru yang berasal dari memori sensorik, anda harus mendorong keluar sesuatu yang telah anda perhatikan sebelumnya.
           Misalnya, jika ada sesuatu yang mengganggu konsentrasi anda ketika berlatih mengulang nomor telepon sebelum informasi nomor tersebut mencapai ke memori jangka panjang, maka informasi akan terlempar keluar dan anda harus melihat dan  mengingat kembali.

3.    3.  Long term memory
à adalah suatu proses memori atau ingatan yang bersifat permanen, artinya informasi yang disimpan sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang. Kapasitas yang dimiliki ingatan jangka panjang ini tidak terbatas. Memori jangka panjang adalah gudangnya informasi yang dimiliki oleh manusia. Ingatan jangka  panjang berisi informasi dalam kondisi psikologis masa lampau, yaitu semua informasi yang telah disimpan, tetapi saat ini tidak sedang dipikirkan.
Artinya, kita bisa kita munculkan kembali saat kita menginginkannya.
              Contohnya adalah  ketika seseorang yang anda sayangi pergi dari sisi anda, mungkin anda akan mengingat kembali kenangan-kenangan yang tersimpan dalam memori jangka panjang Anda. Anda dapat mengingat dengan sangat detil bahkan tanpa Anda sadari bahwa Anda telah menyimpan informasi tersebut. Anda mungkin mengenang tempat di mana Anda menghabiskan waktu dengan orang tersebut dengan mengingat pemandangan, bau dan bahkan perasaan dengan sangat akurat.

Menurut saya, perkuliahan online tersebut cukup menarik, karena ini merupakan pengalaman pertama saya. Ya, walaupun ditemukan banyak kendala di masalah jaringan yang lambat karena diakses orang banyak secara bersamaan. Di akhir perkuliahan, Ibu Filia menginstriksikan kami dalam perkuliahan online untuk mengutarakan pendapat kami mengenai Jenis memory dalam psikologi beserta contohnya. Dan jawaban saya adalah seperti ini :





Rabu, 09 April 2014

Cerita Sensasi dan Persepsi

By Ramazayn   Posted at  00.34   Psikologi No comments
Kertas dan Permen
Persepsi dan Sensasi
Di pertemuan ke-3 mata kuliah Pengantar Psikologi Umum kali ini masih dengan suasana yang sama yaitu padamnya listrik. Alhasil, proses belajar mengajar sedikit terganggu, tetapi Ibu Filia seperti tidak pernah kehabisan ide untuk membuat suasana kelas menjadi menarik. Tiba-tiba saja Ibu Filia mengeluarkan sebuah toples yang berisi banyak sekali permen. Lalu toples permen tersebut dijalankan oleh komting di seisi kelas dan masing-masing orang mengambil 1 permen. Semua bertanya-tanya dalam hati apa maknanya dalam perkuliahan hari ini, termasuk saya. Setelah masing-masing mendapat 1 buah permen, Ibu Filia menginstruksikan untuk tidak langsung membuka dan memakan permen tersebut. Ternyata makna dari stimulus yang diberikan Ibu Filia kali ini (yaitu permen) adalah berkaitan dengan topik pembahasan kuliah hari ini, yaitu “Persepsi” dan “Sensasi”. Ibu Filia mengajak seisi kelas untuk membuat persepsi dengan stimulus yang diberikannya. Lalu, sensasi apa yang kita dapatkan setelah menerima stimulus tersebut.
SENSASI
Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi dari lingkungan luar. Sensasi berasal dari kata “sense” dalam bahasa Inggris yang berarti alat pengindraan, yang menghubungkan organisasi dengan lingkungannya. Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita, seperti temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat.sebuah sensasi dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan.
Benyamin B. Wolman (1973, dalam rakhmat, 1994) menyebutkan sensasi sebagai “pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra.
Apa pun definisi sensasi, fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indra, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat indralah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemapuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indra, manusia sama, bahkan mungkin rendah lebih dari rumput-rumputan, karena rumput dapat juga mengindra cahaya dan humiditas  ( Lefrancois, 1974, dalam rahmat, 1994 ).  
Secara etimologis, persepsi atau dalam bahasa inggris perception berasal dari bahasa Latin perception: dari percipere, yang artinya menerima atau mengambil.
PERSEPSI
Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu; sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana cara seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt, 1978). Menurut Yusuf (1991:108) menyebut persepsi sebagai “pemaknaan hasil pengamatan”. Bagi Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan. Menurut Verbeek, persepsi dapat dirumuskan sebagai suatu fungsi yang manusia secara langsung dapat mengenal dunia riil yang fisik.
Otak memberikan makna terhadap sensasi melalui persepsi. Menemukan pola-pola bermakna dari informasi sensoris inilah yang disebut dengan persepsi. Proses merasa dan memersepsi memberikan sudut pandang tiga dimensi kepada kita tentang matahari terbenam, sebuah konser musik rock, sentuhan kasih sayang, rasa manis, dan juga aroma bunga dan mentol.

Bila dianalogikan pada proses perkuliahan kali ini, Ibu Filia mengajak kami untuk mengutarakan persepsinya terhadap stimulus yang diberikannya, yaitu pemberian 1 buah permen tersebut. Saya cukup terkejut, Ibu Filia menurut saya sangat berhasil membuat perkuliahan kali ini semakin menarik karena banyak sekali yang dengan sukarela mengutarakan persepsi/sudut pandangnya masing-masing. Bahkan, yang sangat jarang sekali vokal di kelas pun ikut memberikan persepsinya.

Selasa, 04 Maret 2014

Psikologi itu...?

By Ramazayn   Posted at  08.14   Psikologi No comments
Pertemuan Pertama Psikologi Umum
Kertas Kejujuran

Psikologi -> Ditinjau dari segi bahasa artinya adalah Ilmu jiwa. Beberapa orang mendefinisikannya sebagai ilmu tentang perilaku manusia. Jiwa tidak dapat dipelajari secara ilmiahYang dipelajari dalam psikologi bukan jiwa manusia secara langsung tetapi manifestasi dari keberadaan jiwa berupa perilaku dan hal-hal lain yang berhubungan dengan perilaku.


Beberapa ahli punya pendapatnya sendiri terhadap pengertian Psikologi, salah satunya adalah Gerungan. Gerungan berpendapat bahwa : 

  1. Ilmu jiwa itu merupakan istilah bahasa Indonesia sehari-hari dan yang dikenal tiap-tiap orang, sehingga kami pun menggunakan­nya: dalam artinya yang Iuas dan telah lazim dipahami orang. Sedangkan kata psychologi itu merupakan suatu istilah ‘ilmu pengetahuan’ suatu istilah yang ‘scientific’, sehingga kami per­gunakannya untuk menunjukkan kepada pengetahuan ilmu jiwa yang bercorak ilmiah tertentu.
  2. Ilmu jiwa kami pergunakan dalam arti yang Iebih luas daripada istilah psychologi. llmu jiwa meliputi segala pemikiran, penge­tahuan, tanggapan, tetapi juga segala khayalan dan spekulasi mengenai jiwa itu. Psychologi meliputi ilmu pengetahuan me­ngenai jiwa jang diperoleh secara sistematis dengan metode metode ilmiah yang memenuhi syarat-syaratnya yang dimufakati sarjana-sarjana psychologi pada zaman sekarang ini. Istilah ilmu jiwa menunjukkan kepada ilmu jiwa pada umumnya, sedangkan istilah psychologi menunjukkan ilmu jiwa yang ilmiah menurut norma-norma ilmiah modern.
        Beberapa kesimpulan yang bisa kita tarik dari penjelasan tentang Psikologi diatas dan menurut ahli - ahli psikologi lainnya adalah sebagai berikut :

Back to top ↑
Connect with Us

What they says

© 2013 Cerita Random. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.